Diduga Asal Jadi, Ditemukan Sudah Banyak yang Rusak dan Retak

CIREBON, Intijayakoran.com-

Peningkatan jalan Arjawinangun- Suranenggala yang dikerjakan oleh CV. Asmep Group dengan nilai kontrak Rp.7.573.600.000 dengan volume pekerjaan panjang 1330 M dan lebar 6 M yang bersumber dari DAK 2024, saat ini tengah menjadi trending topik. Pasalnya pekerjaan tersebut diduga dikerjakan asal-asalan.

Di lokasi pekerjaan, mulai dari titik nol sampai akhir pekerjaan, awak media ini menemukan pekerjaan tersebut banyak yang sudah hancur. Bahkan hampir semua titik pekerjaan sudah retak. Lebih ironisnya lagi pekerjaan tersebut sudah banyak yang berlobang sampai genangan air sudah bisa mengendap.

Yang lebih tragis, untuk pekerjaan bahu jalan sama sekali tidak dikerjakan.

Menurut pengakuan warga sekitar, Asep (42) mengatakan, bahwa setelah pekerjaan tersebut selesai dikerjakan banyak kejadian kecelakaan yang tidak terduga. Misalnya 3 hari yang lalu pengendara motor ada yang jatuh mengingat sekarang musim hujan, jadi lubang diarea pekerjaan tersebut sudah tergenang oleh air. Rata-rata, korban yang jatuh tidak menyadari bahwa genangan air tersebut ada lubang.

Menurut Asep, melihat kondisi jalan baru dikerjakan, sangat aneh jika sudan ditemukan banyak kerusakan.

Awak media ini mencoba menghubungi Sekdis Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Jawa Barat terkait pekerjaan tersebut, namun dirinya tidak mau memberikan jawaban dan mengarahkan untuk menghubungi Kabid Bina Marga. Ketika awak media ini menghubungi Kabid Bina Marga melalui telepon seluler, dirinya mengatakan bahwa untuk hari ini tidak bisa memberikan jawaban karena menghadiri panggilan dari Polda Jawa Barat.

Dikarenakan Kabid Bina Marga tidak bisa di ganggu, sehingga awak media ini kembali dialihkan untuk menghubungi Direktur utama dari CV Asmep Group. Sayangnya, ketika Direktur utama CV Asmep Group dimintai keterangan melalui telepon seluler Dirut dari perusahaan tersebut dengan singkat mengatakan bahwa pekerjaan tersebut akan disuntik beton lagi.

Padahal dalam pidato mantan presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dalam refleksi dan catatan 10 tahun pemerintahan di bidang konstruksi infrastruktur dan investasi bahwa membangun infrastruktur itu bukan hanya membangun beton-betonnya saja, bukan hanya membangun asal jadi saja, tetapi tidak ada manfaatnya.

Intiljayakoran.com yang meminta komentar Ketua LSM P3KN (Pemantau Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Negara) Jawa Barat, Ronggur SH menegaskan, “Kami selaku lembaga swadaya masyarakat dan berkolaborasi dengan awak media intijayakoran.com akan mengkawal pekerjaan tersebut sampai ke meja hijau. “Ini jelas ada yang tidak beres. Pekerjaan ini layak dimeja hijaukan agar memberi efek jera bagi semua yang terlibat,”tegas Ronggur.

Hingga berita ini diturunkan, tim Intijayakoran.com Korwil Jabar belum mendapatkan jawaban dari pihak pihak terkait. (Firman)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *