CIREBON, Intijayakoran.com – Pelatihan Jurnalistik Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Cirebon kembali digelar selama dua hari, 19–20 November 2025, di Gedung DKUKMPP Kota Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo. Kegiatan ini diikuti belasan wartawan dari Koran Inti Jaya, baik yang bekerja pada platform koran, media daring, maupun kanal YouTube. Para peserta merupakan jajaran penting di redaksi, mulai dari pimpinan umum, pimpinan redaksi, hingga reporter lapangan.

Di antara peserta pelatihan tampak hadir sejumlah nama yang selama ini menjadi motor penggerak Koran Inti Jaya, yakni Walim, Ahmad Khotib, Chong Soneta, Epran, Erlanto, Moh Kozim, Agi Sudargi, Hadiyanto, Jakaria, Nur Nata, Teddy, Suradi, dan Mastoni. Kehadiran struktur lengkap dari manajemen hingga pelaksana redaksi menunjukkan keseriusan perusahaan media tersebut dalam meningkatkan profesionalitas jurnalisnya.

Pimpinan Umum Koran Inti Jaya, Dr. Walim, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas wartawan merupakan kebutuhan mendesak di tengah perubahan ekosistem media. Menurut dia, kompetensi jurnalistik tidak boleh stagnan, terutama ketika masyarakat membutuhkan informasi yang semakin akurat, cepat, dan berimbang. “Wartawan perlu terus meng-upgrade kemampuan, baik dalam teknik peliputan maupun pemahaman etika,” ujarnya.

Pimred online Inti Jaya Chong Soneta
Pimred online Inti Jaya Chong Soneta

Walim juga menyoroti pentingnya kehadiran organisasi profesi seperti PWI yang berada di bawah naungan Dewan Pers. Keberadaan organisasi tersebut, kata dia, memberikan ruang pembinaan yang sistematis bagi wartawan untuk memahami standar kerja, kode etik, serta regulasi media yang terus berkembang. “Organisasi kewartawanan itu bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi pilar untuk menjaga marwah dan integritas profesi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Walim memaparkan perjalanan Koran Inti Jaya yang dalam enam tahun terakhir mengembangkan diri dari media cetak menjadi ekosistem konvergensi. Koran Inti Jaya kini ditopang oleh portal berita daring dan kanal YouTube yang dikelola secara terintegrasi. Sinergi ketiga platform tersebut, menurutnya, menjadi strategi utama untuk menjawab tantangan digital sekaligus memperluas jangkauan pembaca.

Pelatihan OKK PWI Kota Cirebon tersebut mencakup materi dasar-dasar jurnalistik, kode etik, teknik penulisan berita, hingga pemahaman struktur organisasi profesi. Para peserta juga diajak mengenali perkembangan media digital dan kebutuhan verifikasi informasi yang semakin kompleks. Pendekatan pelatihan dilakukan secara interaktif agar peserta dapat mengaitkan teori dengan praktik yang mereka jalani sehari-hari.

Walim berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin bagi lembaga pers di Kota Cirebon. Menurutnya, peningkatan kompetensi bukan hanya investasi bagi perusahaan media, tetapi juga bagi publik yang berhak mendapatkan informasi berkualitas. “Ketika wartawan bekerja secara profesional, maka masyarakat yang paling merasakan manfaatnya,” ujarnya. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *