CIREBON, Intijayakoran.com – Warga Desa Wargabinangun, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan bau anyir menyengat dan serbuan lalat hijau berukuran besar yang diduga berasal dari pengelolaan limbah ayam potong di tepi sungai.
Pengelolaan limbah berupa bulu ayam itu berada di Desa Gua Kidul, Kecamatan Kaliwedi, yang masih berada di garis sepadan sungai. Namun, lokasi tersebut lebih dekat ke permukiman warga Wargabinangun. Akibatnya, bau menyengat dan lalat hijau justru dirasakan langsung oleh warga Wargabinangun.
Anwar, pemilik usaha pengelolaan limbah ayam potong, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (14/8), mengakui tidak mengantongi izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. “Memang betul saya akui tidak ada izin dari DLH, karena ketidaktahuan saya. Tapi saya sudah izin ke BBWS. Beberapa waktu lalu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) datang melihat lokasi saya, kemudian Kepala Satpol PP Kecamatan Kaliwedi juga memperbolehkan, terus dari pihak Reskrim juga memperbolehkan. Jadi, apa lagi yang dipersoalkan?” ujarnya.
Pernyataan Anwar dibantah salah satu perangkat Desa Wargabinangun. “Informasi yang saya terima, Pemdes Gua Kidul pada hari Senin mengadakan rapat membahas pengelolaan limbah ayam potong dan memutuskan melarang operasional di wilayah Gua Kidul. Pihak BBWS juga melarang beroperasi karena lokasinya milik BBWS. Kalau Satpol PP Kecamatan Kaliwedi memperbolehkan, saya kurang tahu,” katanya.
Seorang warga Wargabinangun menuturkan, dampak dari lokasi yang dekat dengan permukiman membuat mereka kerap terganggu. “Baunya Masya Allah amis-anyir, belum lagi lalat hijau besar-besar beterbangan di sekitar rumah. Ini jelas berbahaya bagi kesehatan. Kami sudah protes ke desa dan kecamatan agar dipindahkan. Terus, kenapa Satpol PP katanya memperbolehkan? Waduh, bayarnya berapa sama Satpol PP kecamatan?” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, kedua kuwu — baik Kuwu Wargabinangun maupun Kuwu Gua Kidul — belum dapat dimintai tanggapan karena padatnya kegiatan menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
(Moh Kozim)





