INDRAMAYU, Intijayakoran.com-
Sejumlah warga Desa Purwajaya Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu Jawa Barat keluhkan kondisi jalan yang rusak berat di daerahnya.
Di sejumlah titik sepanjang 300 meter, kondisi jalan bak kubangan kerbau. Jika musim penghujan, kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah membahayakan pengguna jalan karena kedalaman lubang mencapai 15 centimeter.
Tragisnya, rekontruksi jalan beton Purwajaya-Kedaton yang dilaksanakan pada awal Agustus tahun 2024 kemarin kondisinya banyak yang retak dan menganga yang juga melengkapi ancaman keselamatan warga pengguna jalan di wilayah tersebut.

Rekontruksi jalan beton yang dilaksanaksn CV Putri Jaya Mandiri dengan anggaran sebesar Rp 1,911,233,000 berasal dari APBD Kabupaten Indramayu tahun 2024, kondisinya kini sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya dibeberapa ruas permukaan bukan hanya terlihat miring, namun sudah retak retak bahkan ada yang menganga yang membahayakan pengguna jalan tersebut.
Warga setempat, Rosadi (53) mengeluhkan kondisi jalan rusak di desanya. Apalagi, wilayah desanya merupakan daerah perbatasan Cirebon yang bersebelahan dengan Desa Kedaton.
“Sebaiknya jalan yang rusak parah sepanjang kurang lebih 300 meter segera diberesin. Jika musim penghujan seperti sekarang ini, jalan kabupaten ini tambah membahayakan akibat tertutupnya lubang kena air hujan,”keluh Rosadi.
Tokoh masyarakat Desa Purwajaya, Akhmad Khotib menyayangkan lambannya penyelesaian jalan yang rusak, terutama jalan cor beton yabg baru dibangun 6 bulan lalu. Ini memperparah keadaan jalan vital yang terakses langsung ke wilayah Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, sedari awal pelaksanaan, sejatinya sudah memantau pekerjaan tersebut, dan dari hasil pantauan dilapangan kuat ditengarai sarat penyimpangan.

Contohnya, pemasangan begisting saja diduga tidak sesuai aturan, sebab terlihat pemasangannya ditanam dengan kedalaman kurang lebih 8 centimeter. Memang jika dilihat dari sisi luar nampak tebal 20 centimeter, namun jika diukur dari atas ketebalan diduga ketebalan cor tidak lebih hanya 10 cm.
“Kami sudah dokumentasikan dan kami menyimpan bukti-bukti penyimpangan. Dari awal pembangunan sudah miris lihatnya, ditengarai ada pengurangan terutama pada besi dowel. Kalaupun ada disinyalir tidak sesuai RAB dan spek. Jadi sangatlah wajar kalau kemudian kondisi jalan tersebut kini sudah rusak lagi banyak yang retak dan menganga, padahal jalan cor beton baru selesai dibangun 7 bulan lalu, memprihatinkan,”terang Khotib.
Menurut Akhmad Khotib yang juga aktif di jurnalis yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi proyek membeberkan, dirinya mengaku tahu persis soal rekontruksi jalan yang kini rusak kembali. Menurutnya, dari awal pelaksanaan hingga selesainya proyek baik pagi hari, sore hari bahkan saat pengecoran hingga larut malam dirinya memantau dan stanby dilokasi, jadi paham betul kondisinya.
Misalnya, lanjut Khotib, pemasangan begisting, kemudian pemasangan plastik yang banyak dikurangi. Untuk besi dowel memang ada, tapi tahu sendiri saja namanya juga proyek yang pengerjaannya malam hari banyak yang dicolong dan dicurangi.
“Yang saya sayangkan, saat pelaksanaan itu tidak ada pihak pengawas dari PUPR Indramayu yang hadir saat pengecoran malam hari. Bisa anda bayangkan bagaimana sebuah proyek tanpa diawasi dinas terkait, jadi kalau kemudian pihak PUPR mengaku hadir dan mengawasi, itu bohong besar,”kata Khotib yang notabenenya adalah Pemimpin Redaksi Koran Inti Jaya.
“Oke kita kesampingkan dulu lah masalah jalan yang kondisinya sudah rusak lagi. Sekarang yang saya tanyakan dana pemeliharaan itu kemana, dan untuk apa?. Sebab nyatanya jalan tersebut yang tingkat keretakannya boleh dibilang sudah lebar berkisar 4 sampai 6 cm ini seolah dibiarkan dan hingga kini belum juga diberesi,” tambah Khotib Gondrong.
Sebagai masyarakat pribumi, dirinya tentu saja sangat kecewa karena uang yang digunakan untuk pembangunan jalan tersebut adalah uang kita juga (masyarakat).
Rusaknya jalan kabupaten di sejumlah tempat mendapat sorotan tajam publik. Ketua LSM KPK Nusantara Kabupaten Indramayu, Agus Suherman secara tegas mendesak agar Kadis PUPR sebaiknya dicopot. Menurutnya, fenomena gunung es kerusakan jalan kabupaten yang sekarang lagi menjadi sorotan publik dan viral, sebuah bukti kelalaian, kelemahan dan kegagalan kolektif di dinas PUPR tersebut yang dipimpin Kadis Asep Abdul Mukti.
Menurut Agus, Dinas PUPR Indramayu dibuat tak berdaya dengan fakta kondisi jalan rusak dimana-mana, ini sebuah potret kegagalan. Adanya aksi tanam pisang di desa Pondoh sebagai bukti protes terhadap kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap dinas yang membidangi, dalam hal ini Dinas PUPR.
“Lihat di Sudimampir Lor Kecamatan Balongan juga jalannya rusak jadi ramai dan viral di Medsos. Secara khusus, saya juga mengkritik Wabup Syaefudin agar segera turun tangan dan bertanggung jawab sesuai janjinya beberes Indramayu. Langkah pertama, copot jabatan Kadis PUPR, Asep Abdul Mukti yang tidak becus mengurus mem-planing jalan di kota mangga,”tegas pria yang biasa dipanggil, Agus Seha.
Agus juga menyoroti bahwa ada anggaran dana pemeliharaan jalan dari pos APBD yang nilainya milyaran yang bisa digunakan untuk menyelesaikan kerusakan jalan akibat bencana alam, curah hujan atau keadaan mendesak, bukan malah duitnya jadi bancakan berjalan dengan mengutamakan kegiatan seremoni dan berita-berita pencitraan dinas.
“Kami mendesak agar APH turun tangan selidiki anggaran pemeliharaan jalan agar masyarakat Indramayu tidak menjadi korban,” tutup Agus.
Sayangnya hingga berita ini ditayangkan, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Achmad Hidayat belum berkomentar. Intijayakoran.com yang sudah menghubungi bersangkutan tidak direspon. Bahkan, saat di hubungi via pesan singkat Whatsapp, Jumat (4/4) tidak menjawab.
Begitupun Kadis PUPR Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti yang tak bisa dihubungi karena nomornya tidak aktif. (A.K 59/Red).





