INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Meninggalnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial ISB (40) meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawatnya, khususnya pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Indramayu yang lokasi kantornya berdekatan.
Bukan hanya rekan sekantor, sejumlah ASN, khususnya para alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), mengaku tidak menyangka ISB meninggal dunia dalam kondisi tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Tidak menyangka, sempit jalan pikirannya, ya Pak Indra. Tadi pagi (Senin) baru bertemu. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkap sejumlah rekan sejawat ASN melalui pesan WhatsApp kepada redaksi Intijayakoran.com.
Ucapan duka juga bermunculan melalui status WhatsApp dari berbagai kalangan, mulai dari ASN, insan pers hingga sejumlah pihak di lingkungan birokrasi Kabupaten Indramayu.

Penyebab Kematian Masih Misteri
Kematian ISB yang ditemukan mengenakan pakaian dinas ASN menimbulkan tanda tanya di kalangan warga. Peristiwa tersebut juga memunculkan keprihatinan dan duka mendalam dari masyarakat sekitar.
“Sangat menyentuh dan menyayat hati. Saat ditemukan, beliau masih mengenakan seragam dinas ASN. Kemungkinan, sepulang kerja langsung mengakhiri hidupnya,” ujar warga setempat, JN (46).
Menurut JN, almarhum merupakan lulusan IPDN XXIII dan sejak awal berkarier bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. ISB meninggalkan seorang istri yang juga ASN dan bertugas di Kelurahan Bojongsari, serta dua orang anak.
Terkait penyebab kematian, beragam informasi beredar di tengah masyarakat. Salah satunya menyebut persoalan rumah tangga. Namun, informasi tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.
“Penyebabnya masih menjadi spekulasi. Ada kabar terkait persoalan rumah tangga dan mereka disebut sedang mengajukan gugatan cerai. Kebenarannya nanti menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib,” kata JN.
Sebelumnya diberitakan, ISB (dalam pemberitaan awal ditulis IB) ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (24/8/2026).
Peristiwa tersebut diketahui warga setelah Magrib, sekitar pukul 18.30 WIB. Pihak keluarga bersama petugas keamanan perumahan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
Mendapat laporan itu, anggota Polsek Sindang bersama tim Inafis Polres Indramayu mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Ketua RT setempat, Gali Purnama, membenarkan bahwa korban merupakan ASN aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. Istri korban juga diketahui bekerja sebagai ASN di wilayah Kota Indramayu.
“Keluarga ini cukup tertutup, Mas. Jadi saya tidak tahu pasti penyebabnya. Kabarnya bunuh diri,” ujar Gali.
Sementara itu, Lurah Desa Terusan, Daryanto, membenarkan adanya warga yang meninggal dunia dan diduga mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, pihak desa belum mengetahui secara pasti motif maupun penyebabnya.
“Ya benar, Mas. Katanya bunuh diri. Untuk penyebab dan motifnya, kami belum mendapat informasi pasti,” kata Daryanto.
Pemerintah Desa Terusan menyerahkan sepenuhnya penanganan dan penyelidikan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
Hingga kini, kepolisian bersama tim Inafis masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian ISB. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan tetap menghormati privasi keluarga yang tengah berduka. (Cho/Red)





