CIREBON, Intijayakoran.com –

Siapa pun tahu bahwa emas merupakan salah satu bentuk investasi yang populer dan menjanjikan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Emas kerap dipilih karena kemampuannya dalam mempertahankan nilai di tengah inflasi. Bahkan, masyarakat, termasuk di pedesaan, menganggapnya sebagai safe haven (tempat berlindung yang aman) untuk aset.

Namun, semua itu tetap memerlukan ketelitian dan kehati-hatian saat membeli emas agar tidak menyesal, seperti yang dialami Naimah (65), warga Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Naimah harus menanggung malu dan kecewa, pasalnya kalung emas yang ia beli tiga tahun silam, tepatnya pada 29 Agustus 2022, diduga kuat bukan emas asli. Oleh karena itu, warga di 13 desa di Kecamatan Gebang diimbau untuk berhati-hati. Bila perlu, jangan lagi membeli emas di toko milik seseorang berinisial Her, warga Gebang keturunan Tionghoa.

Dugaan bahwa Toko Emas Mulia menjual emas palsu bermula ketika Naimah hendak menjual kembali kalungnya. Anehnya, pemilik toko menerima emas milik Naimah dengan harga yang sama seperti saat ia membelinya pada tahun 2022.

Tentu saja Naimah menolak, sebab harga emas saat ini sedang tinggi. Tak puas dengan harga dari toko tersebut, Naimah kemudian mencoba menjualnya ke Hado, seorang pembeli emas di sekitar Jalan Pangeran Sutajaya, Gebang.

Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, keduanya menyepakati harga dan dilakukan pengujian menggunakan tester. Tak lama setelahnya, Hado menyatakan bahwa emas tersebut adalah palsu.

Mendengar pernyataan itu, Naimah terkejut bukan main. Bagai disambar petir di siang bolong, tubuhnya pun lemas. Dalam keadaan emosi, ia kembali ke toko emas untuk memberi tahu bahwa emas yang dibelinya adalah palsu.

Cekcok antara ketiganya tak terhindarkan. Bahkan Her, pemilik toko, melontarkan tudingan bahwa pembeli emas tanpa surat di Gebang tidak ada yang benar. Ia bahkan menantang Hado untuk membuktikan keaslian emas tersebut di laboratorium.

Tantangan itu diterima oleh Hado. Namun, entah karena suatu hal, pertemuan yang sebelumnya telah dijadwalkan akhirnya batal, dan Naimah pun kembali kecewa.

Tim awak media Intijayakoran.com, Kamis (1/5), mencoba menemui Her selaku pemilik Toko Emas Mulia. Sayangnya, toko tersebut dalam keadaan tertutup rapat. Untuk mendapatkan keterangan yang lebih valid, tim kemudian bergerak menuju gudang plastik milik Her di Desa Gebang Kulon. Namun, menurut keterangan satpam yang berjaga, Her tidak berada di lokasi.

“Pak Her tidak ada di sini, beliau sedang berada di Bandung,” ujarnya kepada wartawan.

Hingga berita ini ditayangkan, Her belum dapat dikonfirmasi. (Tim)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *