TASIKMALAYA, Intijayakoran.com
Perusahaan industri adalah perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
Saat ini SMK Negeri 3 Kota Tasikmalaya Jawa Barat tengah fokus dalam meningkatkan dan memantapkan program kelas industri, dimana program tersebut sudah berjalan kurang lebih 3 tahun dan sudah membuahkan hasil.
Intijayakoran.com yang berkunjung langsung disambut hangat oleh Kepala SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Drs. H.Endang Zaenal,M.Ag yang didampingi oleh oleh Jatmiko Edi Purnomo sebagai guru teknik kendaraan ringan sekaligus bendahara BOS di SMKN 3 Kota Tasikmalaya.
Menurut H.Endang Zaenal, di SMKN 3 Tasikmalaya siswa diupayakan untuk siap bekerja di dunia industri. Tentunya sesuai kompetensi atau keahlian masing-masing. Bahkan, imbuhnya, di SMKN 3 Tasikmalaya, siswa tidak dikenakan biaya uji kompetensi (Ujikom), karena pihak sekolah yang menjamin.
Hal itu dilakukan demi tercapainya siswa-siswi bisa langsung dapat bekerja setelah lulus sekolah. “Ini menjadi program bagi SMKN 3 Tasikmalaya yang menargetkan berjalannya sistem lulusan langsung bekerja dan bisa menjadi wirausaha,”tutur Drs. H. Endang Zaenal,M.Ag

Untuk meningkatkan keterserapan tenaga kerja lulusan SMK, lanjutnya, perlunya sekolah (SMKN 3) melakukan kerjasama dengan dunia usaha dan industri. Kita juga tidak meminta uang kepada siswa untuk Ujikom.
Sehingga SMKN 3 Tasikmalaya, (kelas industri) kerap melaksanakan kerjasama atau MoU dengan berbagai perusahaan industri terutama di wilayah Jabar. Tujuannya, agar semua siswa kelas industri langsung bekerja.
“Sebagai implementasi kelas industri, SMKN 3 Tasikmalaya melaksanakan penandatanganan MoU dengan Industri. Sehingga ketika siswa selesai pendidikan langsung bekerja di perusahaan tersebut,” harapnya.
Ditambahkan Endang, untuk tahun pelajaran 2023/2024 ini, SMKN 3 Tasikmalaya, memiliki 7 kelas industri, yang mana lulusannya/siswa SMKN 3 Tasikmalaya sudah bisa diserap oleh dunia industri (perusahaan) sesuai keahlian siswa.
“Tahun ini memiliki 7 Kelas Industri, yakni 2 kelas DKV, 2 kelas Karya Logam dan 3 kelas Karya Kulit dan Imitasi. Lulusan tersebut pasti diserap langsung semuanya oleh perusahaan,” terangnya, pada Rabu (12/6/2024).
“Adapun target di SMKN 3 Tasikmalaya, lulusan WBM yaitu, Wirausahawan, bekerja atau melanjutkan ke jenjang perkuliahan dengan modal ilmu yang sudah mumpuni,”ucap Endang.
H.Endang Zaenal berharap agar SMK N 3 Kota Tasikmalaya selalu unggul dalam prestasi baik bidang akademik maupun non akademik, dan program kelas industri kedepannya semakin mantap dan jadi incaran perusahaan besar untuk merekrut tenaga kerja.
(S.Mangunsong)





