SUMEDANG, Intijayakoran.com – SMA Negeri Situraja Kabupaten Sumedang kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah menengah atas unggulan di Jawa Barat. Berbagai prestasi dan kegiatan positif terus diukir oleh sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Iwan Kartiwa, S.S., M.Si. ini, mulai dari ajang kompetisi tingkat regional hingga pembinaan karakter siswa yang berkelanjutan.
Dalam dua bulan terakhir, SMAN Situraja sukses menjadi tuan rumah Lomba Lintas Alam (LLA) XXII yang diikuti oleh 1.250 peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Bali. Kepala Sekolah Iwan Kartiwa menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi visi sekolah “Kakoncara”, yaitu menjadikan peserta didik yang aktif, agamis, konstruktif, ramah, dan cinta alam. “Kita ingin mengimplementasikan visi sekolah yang menekankan karakter aktif, agamis, dan konstruktif. Lewat kegiatan ini, anak-anak bisa belajar peduli terhadap alam sekaligus memperkuat karakter linuhung pancawaluya,” ujar Iwan saat pelepasan peserta LLA XXII beberapa waktu lalu.
Prestasi membanggakan juga datang dari ajang Paskibraka. Sofia Sahla, siswi SMAN Situraja, berhasil terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional tahun 2024 mewakili Provinsi Jawa Barat. Sofia bahkan menjadi lulusan terbaik Paskibraka putri Provinsi Jawa Barat sebelum akhirnya lolos ke tingkat nasional. Prestasi ini menjadi yang pertama bagi Kabupaten Sumedang setelah 23 tahun terakhir tidak ada perwakilan yang lolos ke Paskibraka Nasional.
Selain prestasi non-akademik, SMAN Situraja juga mencatatkan keberhasilan dalam seleksi masuk perguruan tinggi. Sebanyak 48 siswa dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan jalur rapor ke berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Capaian ini menunjukkan kualitas akademik yang terus terjaga dan meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam aspek pengelolaan keuangan sekolah, SMAN Situraja menegaskan komitmennya terhadap prinsip akuntabilitas dan transparansi. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah dikelola sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang telah ditetapkan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sekolah. Prinsip-prinsip ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara yang menekankan pentingnya pertanggungjawaban keuangan publik secara tertib dan transparan.
Iwan Kartiwa menambahkan bahwa seluruh penggunaan dana BOS di SMAN Situraja diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan pelayanan kepada siswa. “Setiap rupiah dana BOS yang kami kelola harus dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan. Kami memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Semetara itu humas SMAN Situraja Elis Siti Nurfalah S.Pd.,M.Pd. mengungkapkan dengan kombinasi prestasi akademik, non-akademik, merupakan hasil kerja keras dan kerja sama antara semua pihak, baik tim guru, siswa, orang tua termasuk dari komite sekolah.
“SMAN Situraja terus memperkuat posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga menjadi teladan dalam pengelolaan operasional sekolah. Ke depan, sekolah berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, transparan, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik,” ungkapnya. (Firman S)





