SUMEDANG, Intijayakoran.com – SMA Negeri 1 Tomo, Kabupaten Sumedang, terus mempertegas posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan menengah unggulan di wilayah Jawa Barat. Dengan status akreditasi A yang diraihnya, sekolah ini tidak hanya menjadi tempat belajar bagi generasi muda di Kecamatan Tomo dan sekitarnya, tetapi juga menjadi barometer mutu pendidikan di wilayah selatan Sumedang.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Dadan Sundana, S.Pd., M.Pd., SMAN 1 Tomo kini mengambil langkah strategis untuk memastikan setiap sumber daya yang dimiliki sekolah benar-benar berdampak pada kenyamanan belajar dan peningkatan prestasi siswa.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terlihat dari cara sekolah mengelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dadan Sundana menegaskan bahwa penyaluran dana BOS di SMAN 1 Tomo tidak dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan urgensi riil yang ada di lapangan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk benar-benar dialokasikan untuk hal-hal yang paling mendesak, mulai dari perbaikan sarana belajar hingga peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.
Prinsip tersebut sejalan dengan capaian standar pembiayaan sekolah yang tercatat sempurna dalam penilaian akreditasi, yakni nilai 100 pada standar pembiayaan . Bagi Dadan, transparansi dan ketepatan sasaran penggunaan dana adalah fondasi kepercayaan publik terhadap sekolah negeri.
Komitmen terhadap kenyamanan dan prestasi juga tercermin dari dukungan pemerintah pusat yang diterima sekolah melalui program revitalisasi. SMAN 1 Tomo memperoleh bantuan dari APBN untuk pembangunan ruang kelas baru serta rehabilitasi ruang kelas dengan nilai mencapai Rp2.000.474.000 . Dana tersebut menjadi amunisi penting bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan inspiratif.
Dadan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat dan provinsi atas fasilitas yang diberikan, seraya menegaskan bahwa amanah tersebut akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku . Perbaikan infrastruktur ini diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pada akhirnya berdampak pada prestasi siswa.
Di sisi lain, sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada tata kelola yang akuntabel. Proses pelaporan penggunaan dana dan pelaksanaan program telah dijalankan sesuai ketentuan, memastikan bahwa setiap langkah sekolah dapat dipertanggungjawabkan secara administratif maupun moral.
Kultur keterbukaan ini penting untuk menjaga kepercayaan berbagai pihak, terutama orang tua siswa dan pemerintah, terhadap pengelolaan SMAN 1 Tomo. Dengan tata kelola yang baik, sekolah dapat lebih leluasa merancang program-program peningkatan mutu tanpa khawatir kehilangan dukungan.
Menghadapi agenda pendidikan nasional, SMAN 1 Tomo juga menyatakan kesiapannya melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Bagi Dadan Sundana, TKA bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan momentum penting untuk mengukur kesiapan akademik siswa sekaligus memetakan langkah strategis menuju jenjang pendidikan tinggi.
Sekolah berkomitmen penuh untuk mengantarkan siswa-siswinya agar dapat menggapai cita-cita dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diharapkan. Komitmen ini menjadi penegasan bahwa SMAN 1 Tomo tidak berhenti pada pencapaian akreditasi A, tetapi terus bergerak maju mempersiapkan lulusan yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat nasional.
Dengan kombinasi kepemimpinan yang visioner, pengelolaan dana yang tepat guna, dukungan infrastruktur dari pemerintah, serta fokus pada prestasi akademik, SMAN 1 Tomo Kabupaten Sumedang berada di jalur yang tepat untuk terus tumbuh sebagai sekolah yang unggul dan dipercaya masyarakat.
Langkah-langkah yang diambil Dadan Sundana bersama seluruh civitas akademika menunjukkan bahwa kemajuan sekolah tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari perencanaan yang matang, kerja keras, dan integritas dalam setiap aspek pengelolaan. (Firman S)





