MAJALENGKA, Intijayakoran.com– Seorang kepala sekolah di SDN Leuwenghapit II, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, bernama Cucu, dikabarkan jarang berada di tempat tugasnya. Kebiasaan bolos ini menuai kekecewaan dari warga sekitar karena berbeda dengan kepala sekolah lain yang umumnya selalu stanby di sekolah.
Akibat minimnya kehadiran kepala sekolah, proses belajar mengajar di SD tersebut terhambat. Ketika ada guru yang sakit atau berhalangan, tidak ada sosok pemimpin yang siap menggantikan mengajar di kelas. Akibatnya, sejumlah murid terlihat hanya bermain di ruang kelas karena tidak ada guru yang membimbing.
Rasa prihatin terhadap kondisi ini dibenarkan oleh tim investigasi wartawan Inti Jaya. Saat dikonfirmasi, beberapa anak mengaku bahwa kepala sekolah sempat terlihat hadir di pagi hari, namun hanya beberapa jam kemudian tidak tampak lagi keberadaannya. Tidak diketahui secara pasti keperluan apa yang membuat kepala sekolah kerap meninggalkan sekolah.
Kondisi memprihatinkan lainnya terlihat pada infrastruktur sekolah. Halaman yang baru beberapa bulan dihotmix untuk lapangan bola, voli, dan bulu tangkis kini mulai hancur dan mengelupas. Warga pun mempertanyakan sumber anggaran pengerjaan hotmix tersebut, serta menduga adanya pemborosan atau potensi keuntungan pribadi oleh kepala sekolah dari proyek itu.
“Bagusnya jadi guru lagi saja biar rajin mengajar dan rajin di sekolah,” keluh seorang warga menanggapi perilaku kepala sekolah yang kerap bolos. Para orang tua murid berharap adanya perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah SDN Leuwenghapit II. (Max R)





