INDRAMAYU, Intijayakoran.com — Genangan air rob kembali menghantui warga Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu. Kali ini, dampaknya dirasakan langsung oleh dunia pendidikan. SDN 2 Cangkring menjadi salah satu titik yang paling terdampak ketika air pasang mulai naik, membuat halaman sekolah nyaris seluruhnya terendam.
Keluhan itu disampaikan Choerudin, S.Pd., Kepala SDN 2 Cangkring, kepada wartawan Inti Jaya. Ia menuturkan bahwa setiap kali rob datang, akses menuju ruang kelas menjadi sulit karena halaman sekolah berubah menjadi genangan air yang becek dan licin. Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar terganggu.
Choerudin menjelaskan, selain menghambat mobilitas guru dan siswa, situasi tersebut juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu konsentrasi belajar. “Kalau air pasang, untuk masuk ke ruang kelas saja susah. Halaman penuh air, becek sekali,” ujarnya, Sabtu (6/12).
Upaya penanganan sebenarnya sudah dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar. Para orangtua murid bersama Kepala Desa Cangkring, Moh Sahid, SH., melakukan pengurugan halaman sekolah menggunakan dana yang dihimpun dari wali murid. Namun, langkah itu belum mampu menyelesaikan persoalan secara tuntas.

Menurut Choerudin, rob tetap masuk melalui saluran air di bagian belakang sekolah yang terhubung dengan area tambak milik warga. Saat pasang tinggi, air mengalir deras ke halaman sekolah dan menggenangi seluruh area.
Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan mencari solusi permanen. “Kami mohon adanya penanganan cepat agar dampak air rob ini tidak terus-menerus mengganggu aktivitas belajar di SDN 2 Cangkring,” kata Choerudin. Tanpa langkah serius, ia khawatir kondisi tersebut akan terus berulang dan mengganggu keberlangsungan pendidikan di wilayah Cantigi.
Orang tua Murid, Junah (38) berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu peduli untuk memprioritaskan rehab sekolah di SDN 2 Cangkring agar tidak kena banjir rob, dengan cara tanah dan bangunan ditinggikan agar kegiatan belajar anaknya tidak terganggu di saat musim rob datang.
“Di Disdikbud kan setiap tahun ada anggaran untuk pembangunan dan rehab gedung SD dari APBD, tolonglah pak Kadis, pak Bupati Lucky prioritaskan anggaran untuk di sini biar tidak kebanjiran terus dan anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” harap Junah. (Nurnata)





