INDRAMAYU, Intijayakoran.com-

Ada-ada saja. Ditengah musibah banjir yang menimpa wilayah Indramayu, ada klaim lucu yang beredar di media sosial yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab.

Klaim atau pengakuan dari gambar yang beredar salah satu bunyinya, “Respon cepat Bupati Indramayu dalam mengatasi bencana Banjir di Kabupaten Indramayu”.

Klaim yang beredar dilengkapi gambar saluran yang bersih dari eceng gondok yang diduga di sungai Kali Bacin dan Kalen Tahu di Kelurahan Margadadi di sekitar Perumahan Margalaksana Indah (Marlin) 1 dan 2.

Atas beredarnya gambar saluran yang bersih dari eceng gondok tersebut langsung mendapat respon warganet khususnya warga yang bermukim di perumahan tersebut yang nyiyir atas postingan konten tersebut.

“Baka wis bersih diaku (Kalau sudah bersih diklaim, red),”sindir medsos Wewe Med yang diunggah platform akun X, Sabtu dini hari, (31/).

 Bukti dokumen bahwa warga perumahan Marlin 1 gotong royong membersihkan sungai kalen tahu dan kali bacin di Kelurahan Margadadi. Tampak foto Bripka Rusmanto memantau kerjaan di malam hari.
Bukti dokumen bahwa warga perumahan Marlin 1 gotong royong membersihkan sungai kalen tahu dan kali bacin di Kelurahan Margadadi. Tampak foto Bripka Rusmanto memantau kerjaan di malam hari.

“Sing mberesi dana bersihin nggo duwite anggota Polsek kota Bripka Rusmanto, barang wis bersih diakone Pemkab… Mantap jagad Konoha. (Yang bersihin pakai uang pribadi anggota Polsek Kota Bripka Rusmanto, sudah beres diklaim dapat Pemkab. Mantap Negara Konoha,”bunyi kritikan postingan lainnya, Setiono yang diunggah di medsos X, Sabtu dini hari.

Ketua RW 08 Perumahan Margalaksana Indah 1 Kelurahan Margadadi, H Wahyudin mengaku kaget atas beredarnya gambar irigasinya yang baru saja selesai dikeruk dan bersih dari eceng gondok.

Wahyudin memastikan, bahwa gambar yang viral beredar di medsos adalah Sungai Kali Bacin dan Kalen Tahu yang berada di sekitar Perumahan Margalaksana Indah 1, Kelurahan Margadadi.

“Itu saluran, hasil gotong royong warga sini, ada yang bantu makanan, minuman dan rokok untuk para pekerja dan operator ekskavator (beko) selama 2 hari lembur hingga malam. Bahkan sewa alat berat bekonya dari uang pribadi Bripka Rusmanto, polisi baik yang terpanggil untuk mengatasi banjir agar tidak meluas dan melebar ke rumah penduduk sekitar Perumahan Marlin 1 dan 2,”jelas Wahyudin.

Dirinya menyayangkan unggahan medsos yang menyesatkan, dan dinilai tidak menghargai kerja bakti serta gotong royong warganya yang sudah berjibaku membantu baik tenaga, makanan dan uang.

“Penggunaan medsos mesti harus hati-hati, karena ini bisa memancing amarah warga yang sudah dirugikan atas konten tersebut,” tegas Wahyudin.

“Kalau mau di klaim, ganti dulu biaya yang dikeluarkan warga. Saat banjir kemana saja pejabat? Sudah beres diaku,” tutup Dian (43) warga setempat.

Sekertaris Daerah Kabupaten Indramayu, Aep Surahman yang dihubungi awak media lewat WhatsAppnya, Sabtu pagi (31/1) belum merespon atas upaya konfirmasi masalah tersebut. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *