BANDUNG, Intijayakoran.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (P2SP) di SMP Negeri 2 Cicalengka, Kabupaten Bandung, memasuki tahap akhir. Pekerjaan yang dimulai pada Juni 2026 itu kini mencapai sekitar 85 persen dan telah memasuki tahap penyelesaian (finishing). Program tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Revitalisasi SMPN 2 Cicalengka mendapat dukungan dana sebesar Rp2,453 miliar yang bersumber dari APBN 2026. Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pengerjaan 120 hari. Kepala SMPN 2 Cicalengka Karya, S.Pd., bersama Ketua Pelaksana P2SP Ilyas Mardi Winda, S.Pd., mengatakan proses pembangunan berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

“Pekerjaan dimulai pada Juni 2026 dan sekarang progresnya sudah sekitar 85 persen. Saat ini sudah masuk tahap finishing dan kami memperkirakan dapat selesai sesuai waktu yang menjadi acuan,” ujar Karya.

Ilyas menambahkan, pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mengedepankan tanggung jawab dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Panitia, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap pekerjaan agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana. “Kami berupaya melaksanakan seluruh pekerjaan secara bertanggung jawab dan sesuai prosedur, sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat bagi warga sekolah,” katanya.

Selain Ilyas sebagai ketua ada Aditya Bambang N S.Pd. sebagai bendahara dan Wawan Setiawan selaku sekretaris dengan dilengkapi Dadan Royani S.Sos sebagai keamanan. Semua panitia bekerja sama dengan baik demi penyelesaian pekerjaan tepat waktu.

Program revitalisasi tersebut diharapkan memperkuat kualitas lingkungan belajar di SMPN 2 Cicalengka. Pemerintah pada 2026 memang memperluas program revitalisasi satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik. Kemendikdasmen menyebut program tersebut juga mencakup rehabilitasi ruang yang rusak, pembangunan ruang belajar, penataan lingkungan sekolah, serta penyediaan sarana pendukung sesuai kebutuhan.

Secara nasional, revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan. Kemendikdasmen menyatakan program tahun 2026 diarahkan berdasarkan kondisi dan kebutuhan sekolah, dengan proses perencanaan serta pemantauan yang diperkuat agar pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Dengan progres yang telah mencapai 85 persen, SMPN 2 Cicalengka kini bersiap menyelesaikan tahap akhir revitalisasi. Kepala sekolah dan panitia berharap hasil pembangunan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sehingga mendukung aktivitas peserta didik dan guru dalam menjalankan proses pendidikan. (Firman S)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *