INDRAMAYU, Intijayakoran.com- Pembenahan sarana pendidikan tengah berlangsung di SMK Negeri 1 Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Sejumlah fasilitas sekolah mendapat penataan melalui program revitalisasi satuan pendidikan serta dukungan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2026.

Pekerjaan fisik terlihat berjalan di beberapa bagian lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan yang tercantum dalam papan informasi kegiatan, revitalisasi tahun 2026 meliputi penataan Ruang Praktik Siswa (RPS) dan perbaikan lima ruang kelas.

Kegiatan tersebut tercatat berada dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dikelola melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat SMK, Ditjen Vokasi dan PKLK. Nilai anggaran yang tercantum dalam informasi kegiatan sebesar Rp1.018.763.000.

Pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMKN 1 Gabuswetan dengan waktu pelaksanaan selama 112 hari kalender, terhitung mulai 10 September hingga 29 November 2026.

Memasuki awal Oktober, perkembangan pekerjaan di sejumlah bagian bangunan mulai terlihat. Progres revitalisasi disebut telah mendekati 50 persen, dengan beberapa bagian fasilitas yang masuk dalam pekerjaan mulai mengalami pembenahan.

Di luar kegiatan revitalisasi tersebut, SMKN 1 Gabuswetan juga memperoleh dukungan pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX.

Berdasarkan informasi kegiatan, anggaran yang bersumber dari DIPA/DPPA Dinas Pendidikan Tahun Anggaran 2026 itu mencapai Rp352.581.100. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembangunan satu unit Ruang Kelas Baru (RKB) dengan ukuran 8 x 9 meter yang dilengkapi satu unit toilet.

Pekerjaan pembangunan RKB tercatat dilaksanakan oleh CV Adipati Indotama dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Penambahan ruang belajar serta pembenahan ruang yang telah ada diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana pendidikan di sekolah, terutama dalam menunjang kegiatan pembelajaran siswa, baik untuk kegiatan teori maupun praktik.

Untuk memperoleh penjelasan dari pihak sekolah, awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala SMKN 1 Gabuswetan, Abdul Basiruddin, S.Pd., M.Pd.

Pada Rabu, 23 September 2026, kepala sekolah tidak berada di lingkungan sekolah karena sedang mengikuti kegiatan rapat koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Konfirmasi kembali dilakukan pada Selasa, 6 Oktober 2026, namun kepala sekolah kembali belum berada di sekolah ketika awak media datang.

Sementara itu, Humas SMKN 1 Gabuswetan, R. Adrian Dewandaru, S.Tr., menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung berkaitan dengan peningkatan fasilitas sekolah.

Menurut Adrian, revitalisasi mencakup penataan RPS serta pembenahan lima ruang kelas yang menjadi bagian dari program bantuan pemerintah.

“Revitalisasi ini mencakup pembenahan RPS dan lima ruang kelas. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi bantuan pemerintah,” ujar Adrian.

Ia berharap berbagai pekerjaan yang tengah berlangsung dapat memberikan manfaat bagi warga sekolah setelah seluruh proses pembangunan dan pembenahan rampung.

“Harapannya, setelah selesai nanti fasilitas sekolah semakin memadai dan dapat memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar, baik bagi siswa maupun guru,” tuturnya.

Dengan berlangsungnya revitalisasi dan pembangunan ruang kelas baru, SMKN 1 Gabuswetan kini tengah melakukan peningkatan fasilitas secara bertahap. Kehadiran sarana yang lebih memadai diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan dan kebutuhan pembelajaran siswa ke depan.
( Ade Nur )

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *