INDRAMAYU, Intijayakoran.com-
Warga di Kelurahan Lemah Abang Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu Jabar patut diacungi jempol. Pasalnya, warga disini berani menangkap pengedar obat terlarang yang diduga akan diedarkan warga sekitar pada Jum’at (30/5) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah kos-kosan di wilayah Kelurahan Lemah Abang.
Keresahan warga beruntung segera disikapi Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Indramayu yang langsung membawa terduga pelaku yang nyaris jadi amukan warga setempat.
Selanjutnya polisi berhasil mengungkap peredaran obat terlarang dan memburu bandar pemasok obat terlarang yang identitasnya sudah dikantongi tim Satres Narkoba setelah menangkap seorang pria berinisial AL (25) yang diduga sebagai pengedar.
Selanjutnya polisi menggelandang AL ke Polres Indramayu untuk diproses secara hukum yang berlaku pada Jum’at sore itu juga.

Dari tangan pelaku, polisi menyita obat-obatan yang diduga jenis Tramadol, Hexymer, dan Trihexyphenidyl, serta barang bukti lainnya seperti handphone, dan bukti percakapan WhatsApp terkait transaksi obat terlarang.
Informasi yang diterima Intijayakoran.com di lapangan, AL mengaku mendapat obat-obatan tersebut dari seseorang yang dikenal sebagai IQB orang Aceh.
Informasinya, pengedar AL ini di gerebek oleh masyarakat setempat dalam sebuah kost – kosan karena menyimpan obat-obatan jenis G yang rencananya akan diedarkan.
Barang bukti yang disita mencakup 1.054 butir tablet yang diduga Hexymer bertuliskan HEXYMER TRIHEXYPHENIDYL 2mg.
“Ada info bahwa di Kost – kosan ada peredaran obat terlarang, akhirnya kami ramai-ramai gerebek, setelah itu kita memanggil Polsek setempat. Pelaku dan barang bukti kabarnya sudah dibawa ke Polres Indramayu,” ujar masyarakat setempat.
Saat ini, pelaku tengah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Jika merujuk aturan yang ada, ia bakal dijerat Pasal 435 Jo Pasal 436 ayat (1) dan (2) UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun dan/atau denda maksimal Rp5 miliar.
Polisi juga terus memburu keberadaan IQB yang diduga sebagai pemasok utama jaringan ini. (Gelar)





