GARUT, Intijayakoran.com –
Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Lewigoong di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Proyek lanjutan yang dimulai sejak April 2025 itu dikerjakan oleh PT Marinda Utama Karya Subur, dengan nilai anggaran sebesar Rp40.956.085.439,88.
Dari hasil investigasi yang dilakukan tim media ini di lokasi proyek, tampak sejumlah pekerjaan dilakukan asal-asalan. Salah satu temuan di lapangan adalah proses pemasangan batu yang dilakukan menggunakan alat berat (beko) tanpa adukan semen. Batu hanya ditaburkan langsung, tanpa ada pemasangan manual sesuai metode kerja yang seharusnya.
Selain itu, adukan semen justru dilakukan secara manual, bukan menggunakan alat mixer, yang dapat memengaruhi kualitas kekuatan pasangan batu. Padahal, sesuai spesifikasi, campuran adukan semestinya terukur secara presisi untuk menjamin mutu konstruksi. Temuan lain menunjukkan penggunaan mortar dengan ukuran tidak standar yang ditutup batu belah, serta ketidaksesuaian tipe mortar dari standar Tipe N (5,2 MPa).

Yang lebih memprihatinkan, pekerjaan diduga dilakukan tanpa adanya galian pondasi. Kondisi ini dikhawatirkan memperpendek usia bangunan dan menyebabkan kerusakan dalam waktu singkat.
Ketika tim media mencoba meminta konfirmasi ke pihak penyedia jasa di kantor lapangan, staf yang ditemui mengaku bahwa penanggung jawab tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi ke pengawas lapangan, baik dari konsultan maupun internal, juga tidak membuahkan hasil karena mereka pun tidak ada di lokasi.
Menanggapi dugaan tersebut, Ketua LSM Grasi, Mardi M. SH, menyatakan keprihatinannya. “Hal ini tidak bisa dibiarkan. BBWS Cimanuk-Cisanggarung (Cimancis) seharusnya melakukan pengawasan ketat, mengingat nilai proyek ini tidak kecil. Kami dari lembaga swadaya masyarakat akan mengawal langsung proses ini, karena sudah ada laporan masyarakat yang masuk kepada kami. Jika nantinya ditemukan kerugian negara, kami tidak akan segan melaporkannya kepada aparat penegak hukum (APH),” tegas Mardi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak BBWS Cimancis maupun dari pihak pelaksana proyek. Tim media masih terus melakukan investigasi di lapangan untuk menggali informasi lanjutan. (Tim)





