MAJALENGKA, Intijayakoran.com – Proyek drainase di area persawahan Desa Balida Kecamatan Dawuan  Kabupaten Majalengka diduga kuat sebagai proyek siluman. Pekerjaan yang tengah berlangsung di solokan milik warga itu sama sekali tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek sebagaimana mestinya. Ketidakterbukaan ini menuai kecurigaan masyarakat terhadap asal usul dana dan pelaksana kegiatan yang terkesan ditutup-tutupi.

Pantauan di lokasi menunjukkan pengerjaan drainase dilakukan tanpa transparansi. Material yang digunakan pun diragukan kualitasnya. Batu yang digunakan tampak berwarna merah, sedangkan pasirnya bukan dari jenis pasir Cimalaka yang dikenal memiliki kualitas tinggi dan kandungan pasir gunung. Padahal, untuk pekerjaan seperti ini, bahan bangunan yang digunakan seharusnya memenuhi standar agar hasil konstruksi lebih kuat dan tahan lama.

Ketika dikonfirmasi, mandor di lapangan menyatakan bahwa pelaksana proyek sedang sakit dan tidak berada di lokasi. Namun, dua orang berbaju putih yang mengaku sebagai pengawas proyek terlihat berada di lokasi. Saat ditanya mengenai tidak adanya papan proyek, salah satu dari mereka menanggapi dengan nada tinggi dan enggan menjelaskan secara detail. “Bapak tahu nggak ini proyek apa?” ujarnya dengan nada sombong.

Wartawan media Intijaya yang mencoba menggali informasi lebih lanjut justru mendapat jawaban membingungkan. Pengawas tersebut berdalih bahwa pekerjaan ini adalah proyek impres dengan sistem swakelola, sehingga tidak wajib mencantumkan papan informasi. Namun pernyataan itu bertolak belakang dengan ketentuan umum, yang mewajibkan seluruh proyek yang didanai APBN, APBD, atau dana provinsi harus disertai papan proyek sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai legalitas proyek tersebut. Jika benar bersumber dari anggaran negara, publik berhak mengetahui dari mana dana berasal dan siapa pelaksana resminya. Pernyataan pengawas yang menyarankan agar wartawan bertanya langsung ke Inspektorat BBWS juga semakin memperkeruh suasana. Masyarakat khawatir proyek ini menjadi ajang penyalahgunaan anggaran yang dibungkus dalam pekerjaan fisik tanpa pengawasan jelas. (max r)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *