BREBES, Intijayakoran.com
Sebagai tindakan protes warga, trotoar sepanjang 12 M di Pejagan Brebes dibongkar paksa. Oleh warga trotoar itu dianggap menghambat perjalanan, karena pengguna jalan merasa mutar dari menuju ke arah barat sampai di pom bensin Pejagan bolak-balik sampai ke depan masjid As Saaid berhenti Prapatan Pejagan Tanjung harus menempuh 1 kilometer
“Allahu Akbar, trotoar ini benar-benar menghambat,”ungkap sejumlah warga sekitar.
Endi (52) salah satu warga Desa Tanjung mengatakan, setiap hari kalau mereka tidak harus muter Sepanjang 1 KM, Kalau dari arah selatan mereka bisa langsung ke arah timur.

Hal senada dikatakan Winardi ketika antar jemput istrinya bekerja sehari-hari, jika takada trotoar dan sudah dibongkar tidak memutar sampai satu km dan bisa langsung dari arah selatan menuju ke Timur.
Dimun salah satu pemilik gerobak bakso asli Pejagan merasa senang dengan adanya pembongkaran ini karena ketika dia harus menuju ke arah selatan atau dari selatan menuju Utara tidak harus memutar sejak 1 km
Begitupun yang dikatakan Karsono, salah satu sopir angkot Elf jurusan Tegal Losari mengatakan bahwa dengan dibongkarnya pembatas jalan trotoar di lampu merah Pejagan ini bagus sekali mengurangi agak kecelakaan yang berada di depan pom bensin Dedy Jaya Pejagan.
Tasdik kepala seksi jalan Dinas Perhubungan Kabupaten Brebes yang ditemui, Jumat 13 September mengatakan bahwa dirinya mengetahui adanya pembongkaran trotoar dari DPRD dan pemberitahuan tadi pagi 2 orang dari warga setempat ke Dishub.(Endi)





