BREBES, Intijayakoran.com-

Belasan warga Desa Cimohong Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes Jawa Tengah protes akibat lahan sawahnya tercemar. Protes petani dalam bentuk audiensi terhadap pihak PT Daehan Global (DG) ini dengan cara mendatangi Balai Desa Cimohong pada hari Rabu 05 Pebruari 2025.

Dalam penyampaiannya, seorang warga petani desa Cimohong yang terdiri dari 12 petani yang lahannya terdampak pencemaran limbah pabrik PT. Daehan Global membeberkan, lahan sawah sekitar 7 bau, atau sejumlah 49.000 meter tercemar limbah pabrik PT. DG.

Mereka menuntut ganti rugi kepada pihak PT. Daehan Global sebagai komensasi lahan sawahnya yang tercemar.

Menurut salah satu warga yang menjadi korban kerugian menjelaskan, lahan yang terdampak pencemaran limbah PT. DG menyampaikan, dalam 1 tahun luas lahan 1 bau kerugianya mencapai Rp.30.000.000. Jika semua dijumlah dalam pertahun mencapai Rp.210.000.000. Lahan sawah kita yang tercemar dan sudah 7 tahun lamanya, jika dijumlahkan kerugian petani mencapai Rp.1, 4 milyar lebih.

“Kami para petani Desa Cimohong sangat kesal, dari dulu dijanji-janjikan untuk mengajukan permohonan, bahkan ada dugaan dipermainkan PT.Daehan Global yang sengaja menghindar dari tanggungjawabnya dengan alasan menunggu uji LAB. Parahnya, hasil LAB lahan tersebut tidak tercemar,”kata perwakilan petani.

Sedangkan lahan petani sudah jelas selama 7 tahun gagal panen padinya akibat lahan sudah tercemar karena tanah menjadi lumpur hitam, dan berbau menyengat akibat teroxidasi pencemaran bahan kimia industri.

Padahal sebelum adanya PT.Daehan Global lahan petani warga Desa Cimohong sangat subur. Bahkan dirasakan warga sangat makmur hasil padinya bagus jika sawah di panen. “Saat sekarang sawah sudah tercemar limbah dan dampaknya angat merugikan, benar – benar mati lahanya akibat tercemarnya limbah pabrik PT.Daehan Global,”jelasnya.

Harapan tokoh warga petani Desa Cimohong terhitung 7 hari kedepan atau seminggu dari hari Rabu tanggal 05 bulan Pebruari sampai tanggal 13 Pebruari supaya tuntutan ganti rugi warga petani dapat di selesaikan dengan harapan ada itikad baik pihak PT.Daehan Global.

“Kami minta ganti rugi dibayare bulan ini. Karna warga sudah tidak punya toleransi lagi ke pihak PT. Daehan Global yang terkesan mempermain kita,” pungkasnya.(Endi Rohendi)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *