INDRAMAYU, Intijayakoran.com —
Dua kelompok massa dilaporkan nyaris terlibat bentrokan seusai pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis malam (11/12).
Ketegangan kedua kelompok itu terekam dalam video amatir milik warga dan kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terdengar suara ajakan menyerang dari massa dalam situasi gelap, sementara sisa lemparan batu bata tampak berserakan di jalan.
Hingga kini belum diketahui pemicu pasti bentrokan yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Namun informasi yang diterima Intijayakoran.com menyebutkan insiden bermula dari ketersinggungan pendukung calon nomor urut 01, Mixvan Rozi—yang kalah—akibat tindakan salah seorang pendukung calon nomor urut 02, H. Nurwenda—yang menang—yang diduga menggeber gas sepeda motor sebagai bentuk euforia kemenangan.
Aksi tersebut dianggap sebagai bentuk provokasi. Pendukung nomor urut 01 kemudian terpancing dan melalui grup WhatsApp Calwu nomor 1 muncul imbauan agar massa berkumpul di lapangan bola, tepat di samping rumah Rozi. Pesan ajakan “Perang Kumpul” yang dikirim Kamis malam pukul 21.38 WIB langsung direspons oleh para pendukung.
Dalam hitungan menit, massa pendukung nomor 1 berkumpul di lapangan bola Desa Limbangan sesuai instruksi di grup WhatsApp. Dari lokasi itu, mereka bergerak menyerang dari arah Limbangan Kulon (barat) menuju Blok Wetan (timur).
“Saat serangan dari arah barat terjadi, di sini (timur) tidak ada massa, hanya ibu-ibu yang masih duduk di depan rumah. Saat dilempari bata juga tidak ada orang. Lemparan itu banyak menyasar rumah warga,” kata Mangapi (46), warga setempat.

Ia menambahkan, massa dari Limbangan Kulon meyakini Blok Wetan merupakan basis pendukung calon nomor 02, H. Nurwenda sehingga menjadi target serangan. “Alhamdulillah serangan dan tawuran tidak meluas karena petugas Polres Indramayu cepat datang. Sekitar 300 orang dari arah barat menyerang ke sini. Kita satu desa, banyak yang masih saudara, kenapa harus ribut,” tuturnya.
Mangapi mengatakan situasi sempat memanas karena pendukung nomor urut 02 dari Limbangan Wetan mulai bergerombol dan mendekat ke titik perbatasan menuju lokasi bentrokan. Namun ketegangan berhasil diredam setelah aparat kepolisian menguraikan massa dari kedua kubu.
Pada Jumat (12/12), pantauan Intijayakoran.com di lapangan menunjukkan kondisi telah kondusif. Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP masih berjaga di sejumlah titik, mulai dari lokasi bentrokan, Balai Desa Limbangan, hingga tim patroli keliling desa.
“Kami dari Polsek Sliyeg diturunkan untuk siaga di sini, alhamdulillah situasinya kondusif,” ujar salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.
Kapolsek Juntinyuat, Iptu Trio Tirtana, membenarkan adanya insiden tersebut. “Iya benar, untuk sekarang situasi sudah aman,” katanya, Jumat (12/12). Trio menyebutkan bentrokan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB dan segera dapat dikendalikan. “Hanya berlangsung sesaat. Petugas langsung melerai agar tidak meluas,” ujarnya.
Sekitar pukul 23.45 WIB, kondisi berhasil terkendali dan kedua kelompok massa mundur.
Untuk mencegah keributan susulan, polisi mempertemukan dua calon kuwu yang bersaing dalam Pilwu Desa Limbangan. Keduanya diajak berjalan kaki mengelilingi desa untuk memberikan imbauan langsung kepada para pendukung agar menjaga ketertiban. Aparat bersama kedua calon juga melakukan pendekatan dari rumah ke rumah, menyampaikan pesan damai dan pentingnya menjaga kondusivitas pasca-Pilwu.
“Dalam upaya itu kita sampaikan pesan damai untuk bersama menjaga kondusivitas,” ujar Trio.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan adalah hal lumrah dalam demokrasi dan tidak boleh merusak persaudaraan antarwarga. “Pilwu sudah selesai, tidak ada lagi pendukung 01 maupun 02. Mari bersama menjaga desa agar aman, damai, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya. (Cho)





