INDRAMAYU, Intijayakoran.com – 

Upaya memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di Kabupaten Indramayu kian digencarkan. Wakil Bupati Indramayu, Syaefudin, secara rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan proyek rehabilitasi jalan berjalan sesuai rencana dan spesifikasi teknis. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu dalam mewujudkan jalan yang mulus dan aman bagi masyarakat.

Awal bulan ini, Wabup Syaefudin melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi rehabilitasi jalan, di antaranya di Desa Kedungwungu, Kecamatan Krangkeng, serta wilayah Kecamatan Terisi, Cikedung, dan Gantar.

Di ruas penghubung antara Kecamatan Krangkeng dan Kedokan Bunder, hamparan aspal baru membentang rapi. Aroma khas aspal panas masih terasa, menandakan pekerjaan baru saja diselesaikan. Wabup tampak menyusuri jalan sembari berdialog santai dengan warga dan para pekerja. Kehadirannya bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk pengawasan langsung terhadap mutu pekerjaan di lapangan.

“Perbaikan jalan ini panjangnya sekitar 1,2 kilometer. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah mulus. Kami harap masyarakat merasa lebih nyaman saat melintas,” ujar Wabup.

Jalan mulus di Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Jalan mulus di Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap, seiring dengan kemampuan anggaran dan prioritas perencanaan.

“Kita ingin semua wilayah merasakan akses jalan yang layak, tapi tentu harus melalui tahapan. Beberapa ruas akan dikerjakan tahun depan, sementara lainnya menyusul,” katanya.

Ruas Krangkeng–Kedokan Bunder sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan dua kecamatan sekaligus menjadi akses utama menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik. Tak heran jika kerusakan di jalur ini menjadi perhatian utama masyarakat dan pemerintah daerah.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu, pada tahun 2025, pemerintah daerah akan melakukan rekonstruksi di 32 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 28 kilometer. Selain itu, rehabilitasi jalan dilakukan di tujuh ruas sepanjang satu kilometer, pemeliharaan rutin mencakup 74 ruas sejauh 270 kilometer, serta rehabilitasi jalan desa di 349 titik sepanjang 75 kilometer.

Langkah cepat pemerintah mendapat apresiasi dari warga dan perangkat desa. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Lucky Hakim dan Pak Wakil Bupati Syaefudin. Warga sangat terbantu dan merasa senang dengan perbaikan jalan ini,” ujar salah satu perwakilan pemerintah desa.

Tak hanya di jalan kabupaten, transformasi juga tampak di tingkat desa. Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, kini berwajah baru. Jalan desa sepanjang 22 kilometer yang melintasi berbagai penjuru desa telah mulus dan nyaman dilalui. Pemandangan kontras terlihat dibandingkan beberapa tahun silam, ketika jalan berlubang dan rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan maupun kemarau.

Kini, anak-anak tampak riang bersepeda ke sekolah tanpa khawatir terjatuh, para ibu dengan leluasa mengendarai sepeda motor membawa belanjaan, dan para petani lebih mudah mengangkut hasil panen. Kehidupan desa terasa lebih dinamis dan produktif.

Semua ini berkat inisiatif Kuwu Didi Wahyudi melalui program Gerbang Jasa (Gerakan Membangun Jalan Desa). Program tersebut dilaksanakan secara bertahap menggunakan anggaran desa, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Dulu jalan kami kalau hujan licin, kalau kemarau berdebu. Sekarang sudah mulus, kami merasa sangat terbantu,” ujar Herman, salah satu warga.

Senada dengan itu, Jajang (32), seorang pemuda desa, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang baik berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian.

“Mengangkut gabah sekarang lebih mudah, biaya transportasi lebih hemat, dan kendaraan tidak cepat rusak,” katanya.

Kuwu Didi menegaskan bahwa akses jalan yang baik adalah kunci peningkatan kesejahteraan warga.

“Jalan desa adalah urat nadi kehidupan. Ketika akses lancar, ekonomi tumbuh, pendidikan jalan, dan pelayanan masyarakat lebih cepat. Ini adalah hasil gotong royong seluruh warga,” tuturnya.

Desa Cangkingan kini menjadi contoh keberhasilan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Jalan mulus tak hanya membawa kenyamanan, tapi juga menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan bagi warganya. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *