TASIKMALAYA, Intijayakoran.com–

Kamis, (21/11) wartawan Intijayakoran.com mendatangi kegiatan dari Dinas Pertanian yang ada di Desa Tonjong Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Dilokasi sedang dilaksanakan program dari dinas tersebut yakni pembangunan irigasi perpompaan yang dikerjakan kelompok Mega Tani dengan anggaran Rp 112 juta lebih. Sayangnya, proyek yang membantu petani diduga disalahgunakan.

Temuan wartawan ini, dilapangan material yang digunakan asal. Seperti batu yang dipasang pakai batu kapur yang kualitasnya diragukan.

Penerima manfaat dari program dinas pertanian, Abas (39) ketua RT dari Desa Tonjong menuding proyek tersebut tersebut tidak ada masalah.

Menurutnya, masalah batu yang dipasang itu hasil musyawarah dari pemerintahan setempat yang dihadiri Babinsa. Namun diakui, Batu yang dipasang tidak seperti itu bukan batu kapur. Dalam berita acaranya, iapun menjawab lagi ke awak media itu bukan secara tertulis itu secara lisan, jadi bingung.

Menurut Abas, dilokasi kerjaan sangat jauh lokasinya dari jalan darat. Jadi apa yang dilihat, program itu mestinya tidak bisa pakai batu cadas dan tidak diperbolehkan.

“Kok kenapa berani-beraninya ketua dan pelaksana memasangkan batu yang tidak layak dipasang dalam program yang menggunakan uang rakyat dan pemerintah,” kata warga setempat yang namanya minta dirahasiakan.

“Ini kerjaan banyak yang salah dan diduga menyimpang,” (Jajang)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *