TASIKMALAYA, Intijayakoran.com –

Pekerjaan pemeliharaan berkala ruas Jalan Mangunreja–Sukaraja di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat disorot.

Sejumlah temuan dilapangan menunjukkan pekerjaan yang didanai dari Dana Alokasi Umum (DAU) Perubahan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam papan proyek.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini dilaksanakan oleh CV Faris Putra dengan nilai anggaran Rp 972.639.998 dan masa pelaksanaan 45 hari kalender sejak 14 November 2025. Namun, progres pekerjaan di lapangan dinilai lambat dan tidak sebanding dengan waktu pelaksanaan yang telah berjalan.

Selain lambat, kualitas pekerjaan juga dipertanyakan. Pemasangan u-ditch (udit-h) yang seharusnya dikeringkan dulu lalu dipasang lantai dasar 10 cm justru dilakukan tanpa alas dasar.

Bahkan, berdasarkan pantauan langsung wartawan di beberapa titik, u-ditch dipasang dalam kondisi genangan air, yang dikhawatirkan akan memengaruhi kekuatan dan daya tahan konstruksi.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan proyek. Konsultan pengawasan dinilai tidak menjalankan fungsi pengendalian mutu dan teknis pekerjaan secara optimal, sehingga pelaksanaan di lapangan terkesan dibiarkan menyimpang dari ketentuan yang seharusnya.

Ketua Umum Lembaga Pemantau Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Negara (P3KN) Jawa Barat, Ronggur SH menyatakan temuan-temuan tersebut menunjukkan adanya potensi pelanggaran spesifikasi teknis.

Menurut dia, pemasangan u-ditch tanpa lantai dasar dan dalam kondisi tergenang air tidak dapat dibenarkan secara teknis karena berisiko menurunkan kualitas dan umur layanan jalan.

“Jika dibiarkan, pekerjaan seperti ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membahayakan masyarakat pengguna jalan. Pengawasan seharusnya ketat sejak awal,” ujar Ronggur.

Upaya klarifikasi telah dilakukan kepada pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Namun, hingga Kamis (18/12), yang bersangkutan tidak memberikan respons saat dihubungi melalui sambungan telepon maupun aplikasi pesan singkat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun dinas terkait mengenai temuan di lapangan tersebut. (Sahala)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *