MAJALENGKA, Intijayakoran.com — Proyek perbaikan jalan berupa pelapisan aspal hotmix di wilayah Kecamatan Majalengka Wetan, Kabupaten Majalengka, diduga dikerjakan secara asal-asalan. Kondisi hotmix yang kurang panas saat digelar menyebabkan permukaan jalan terlihat tidak rapi dan cepat rusak.

Di lokasi pekerjaan, khususnya di Gang Suha RT 04 RW 10, tidak ditemukan papan informasi proyek. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pengerjaan tidak dilakukan secara transparan dan melanggar ketentuan standar informasi publik. Seorang warga menyebut, proyek ini terkesan siluman dan dilakukan hanya untuk mengejar keuntungan semata. “Pengusaha nakal seperti ini hanya memikirkan untung, tidak menjaga kualitas pekerjaan agar masyarakat merasa puas,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi di lokasi, mandor yang sekaligus bertindak sebagai pelaksana proyek enggan memberikan keterangan. Ia memilih diam ketika ditanya wartawan mengenai penyebab buruknya kualitas pekerjaan tersebut. Ketertutupan ini semakin menambah kecurigaan masyarakat bahwa proyek tidak berjalan sesuai prosedur.

Sementara itu, Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Kecamatan Majalengka Wetan, yang disebut sebagai pelaksana penanggung jawab proyek (PPK), juga tidak bisa ditemui di kantornya. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp oleh wartawan dari IITJ dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Majalengka, yang bersangkutan tidak memberikan respons.

Proyek yang tidak menyertakan papan informasi di lokasi dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang buruk dinilai mengabaikan amanat transparansi yang ditekankan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam beberapa pernyataannya, Presiden mengingatkan semua pihak untuk tidak main-main dalam pekerjaan pembangunan, sekecil apa pun nilainya. “Kalau tidak transparan dan tidak terbuka kepada masyarakat, laporkan saja kepada pihak berwenang. Itu bentuk kebohongan publik,” tegas Presiden Prabowo. (Max R)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *