INDRAMAYU, Intijayakoran.com
Suasana Pemilu semakin dekat, kondisi suhu politik makan memanas. Akibat persaingan masing masing kubu partai peserta pemilu.antar calon partai bahkan sesama kader partai pun terjadi saling bersaing dalam mencari keunggulan masing-masing individu. Berbagai manuver di lakukan oleh masing masing kader partai yang mencalonkan diri. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pengurus, fungsionaris bahkan kader.
Di Kabupaten Indramayu, sesama kader tega saling ‘memakan’. Melakukan pembusukan karakter dan mencari kelemahan yang dianggap bisa menjatuhkan. Sesama kader didalam partainya sendiri dijatuhkan mentalnya. Yang lebih tragis, untuk meraih kesuksesan dirinya atau calon yang di dukungnya oknum itu sengaja memainkan isu negatif akan nembongkar aib sesama kader dsn dilakukan dengan mengancam dengan dalih yang bersangkutan tersangkut hukum. Cara ini dianggap paling efektif ketika kader memiliki celah kelemahan di sisi hukum, maka tindakan saling memakan kader pun dilakukan.
Mereka gunakan untuk memeras kader yang dibawahnya. Hal ini terjadi pada Oknum pengurus DPW PAN Jawa Barat dengan inisal N, yang melakukan tindakan pemerasan yang tega meminta sejumlah uang pada politisi asal kota mangga. Tindakan oknum pengurus DPW PAN Jabar tersebut dilakukan kepada pengurus yang di bawahnya yaitu Dedi A yang menjabat sebagai ketua DPD PAN kab Indramayu. Dugaan pemerasan ini terjadi pada tanggal 08 Desember 2023 .
Dedi A mengatakan “Saya pikir dia sebagai pengurus diatas bisa menjaga marwah partai, jadi saat mereka minta uang saya kirim, karena kita sesama kader. Namun bila saya lihat saya cermati kalimat chat yang saya terima ini adalah murni bukti pemerasan pada saya karena ada ancaman. Maka saya tidak akan tinggal diam, saya akan lakukan upaya hukum kepada sdr N demi menjaga Marwah partai, bahwa kita sesama kader jelang Pemilu ini harus bahu membahu merapatkan barisan dan menjaga persaudaraan sesama kader demi kebesaran partai, bukan malah sebaliknya menjatuhkan dan tega melakukan pemerasan,’kata Dedi.
Ketika di tanya kapan Dedi Aryanto akan melaporkan oknum pengurus DPW Jabar tersebut, dia menjawab sesegera mungkin dia akan melakukannya.
“Bukti-bukti sudah saya kumpulkan, tinggal dibuat laporan resmi, tunggu saja biar ada efek jerah dan jangan terulang ada korban lagi, “tegasnya. (udin Solehudin)





