INDRAMAYU, Intijayakoran.com –

Perusahaan Berkah Ramadan Sejahtera (BRS) kembali menjadi sorotan setelah mencuat dugaan transfer mencurigakan Rp2 miliar dari Perumdam TDA Indramayu. Sejumlah pihak mempertanyakan latar belakang serta aktivitas perusahaan yang disebut tidak lagi beroperasi.

Efendi, purnawirawan TNI yang melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, mengklaim memiliki salinan bukti transaksi yang mengarah kepada PT BRS. Ia menyebut perusahaan tersebut bergerak dalam penyediaan daging sapi dan unggas, bukan air curah sebagaimana klaim Perumdam TDA dalam sejumlah kesempatan.

Menurut Efendi, penjelasan direksi Perumdam TDA juga tidak selaras dengan kerja sama resmi perusahaan selama ini dengan PDAM Tirta Kemuning, Kuningan. “PT BRS beralamat di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Informasi yang kami terima, perusahaan itu sudah tidak beroperasi. Tidak masuk akal jika ada tagihan air curah sampai miliaran rupiah,” ujarnya.

Ia menduga transaksi tersebut merupakan bentuk penyamaran aliran dana melalui penyalahgunaan kewenangan. Efendi meminta Kejati Jabar menelusuri rekam jejak PT BRS secara menyeluruh, termasuk identitas pemilik dan struktur perusahaan.

Dua hari sebelumnya, dugaan transaksi Rp2 miliar itu turut menjadi isu dalam aksi demonstrasi Aliansi Topi Jerami (ATJ) Indramayu. Massa menggelar demo di depan kantor DPRD, Kejari, dan kantor Perumdam TDA, mendesak aparat hukum segera menangkap Dirut Perumdam TDA, Nurpan.

Hingga kini, pihak PT BRS belum dapat dikonfirmasi dan tidak memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *