BREBES, Intijayakoran.com- Takwin (60) warga Kelurahan Pasar Batang RT 17 RW 1 Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Jawa Tengah mengaku menanam bawang setiap tahun di belakang SD 5 Brebes dengan cara maro 10 ( bagi hasil 1/10 dari hasil panen bawang ).

Dalam sistem maro, untuk bibit bawang dirinya sendiri yang biayai.

Kepada Intijayakoran.com, Senin 9 Juni 2025, ia mengaku mengeluarkan tiga kuintal bibit atau sekitar harga 18 juta rupiah, sedangkan setiap kali nyemprot dia nggak kurang dari Rp 400.000 yang ia keluarkan sekali semprotan.

“Mana obat bawangnya hampir 2 hari sekali semprot dan panen ketika berumur 50 hari,”terang Takwin.

Dia juga menceritakan bahwa tenaga kerja mahal bibit mahal obat juga mahal, sementara harga panenan bawang tidak bisa diprediksi tergantung mekanisme pasar keluhnya.

“Nasib petani bawang tidak menentu dan kurang beruntung, mohon pemerintah turun tangan untuk membantu petani bawang, agar harga bawang bisa stabil tinggi, dan harga bibit serta obat bisa dibantu murah,”tegasnya sambil mengatakan harga bawang merah sekarang Rp 30 ribu perkilo sementara bibit bawang Rp 45 ribu perkilonya. (Endi Rohendi)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *