INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Atap bagian depan Gedong Duwur yang terletak di kompleks Asrama Penganjang, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, ambruk karena termakan usia, Senin (9/3/2026).
Bangunan kolonial yang telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya berumur 160 tahun ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sejak ditetapkan, bangunan tersebut belum pernah tersentuh anggaran pemugaran, sementara tingkat kerusakannya memerlukan perhatian serius dari institusi terkait.
Informasi mengenai ambruknya atap bangunan eks Asisten Residen ini disampaikan oleh Pamong Budaya Bidang Cagar Budaya Disdik Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus.
Menurut Tinus, panggilan akrabnya, kayu-kayu di bagian atap berjatuhan dan terlihat ruang terbuka di bagian atap. Kondisi hujan dikhawatirkan akan semakin memperparah kerusakan bangunan tersebut.

Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S. Musashi, mengaku sudah berulang kali mengajukan usulan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar bangunan eks kolonial tersebut segera dipugar, terutama pada bagian atap yang kini ambruk.
Namun, hingga saat ini belum ada realisasi, dan bahkan untuk tahun ini, anggaran untuk cagar budaya ditiadakan.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, lambat laun kita akan kehilangan satu per satu bangunan yang pernah menjadi tonggak sejarah perjalanan Indramayu,” jelas Dedy S. Musashi.
Dedy akan segera berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) IX Jawa Barat terkait ambruknya atap Gedong Duwur tersebut.
“Kami pasang rambu dan garis pembatas dengan alat seadanya agar tidak ada orang yang masuk di gedung ini. Kami kwatir tiba-tiba ambruk total dan membahayakan pengunjung,” tandas Dedi di lokasi, Senin sore (9/3/2026).(Hambar/Gelar)





