INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Sebanyak 58 siswa SDN 3 Temiyang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi sejumlah bagian bangunan sekolah yang mulai mengalami kerusakan.

Pantauan di lokasi, Senin (5/10/2026), menunjukkan beberapa ruang kelas membutuhkan perhatian. Permukaan lantai terlihat terkelupas dan tidak rata, sementara dinding di sejumlah bagian mengalami pengelupasan. Kondisi plafon, kusen dan jendela juga tampak mulai mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruang kelas merupakan tempat siswa menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar. Meski fasilitas bangunan belum sepenuhnya dalam kondisi baik, kegiatan pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa.

Kepala SDN 3 Temiyang, Eryadi, S.Pd., mengatakan dirinya baru sekitar dua bulan bertugas di SDN 3 Temiyang. Selama berada di sekolah tersebut, ia melihat sejumlah fasilitas yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan.

“Saya baru sekitar dua bulan bertugas di SDN 3 Temiyang. Setelah melihat kondisi di lapangan, memang ada beberapa bagian bangunan yang membutuhkan perhatian, terutama lantai, ruang kelas dan plafon,” ujar Eryadi, Senin (5/10/2026).

Menurut Eryadi, perbaikan diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan aman bagi siswa. Pihak sekolah sendiri tetap berupaya menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang ada.

Saat ini, SDN 3 Temiyang memiliki 58 siswa yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6. Jumlah siswa tersebut dilayani oleh enam orang tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah.

Komposisi tenaga pengajar terdiri dari dua guru kelas, satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI), satu tenaga honorer dan satu orang yang membantu kegiatan mengajar.

“Jumlah siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 ada 58 anak. Tenaga yang ada enam orang termasuk kepala sekolah. Guru kelas dua orang, guru PAI satu, tenaga honorer satu dan ada satu yang membantu mengajar,” jelasnya.

Keterbatasan fasilitas tidak membuat aktivitas pendidikan berhenti. Para guru tetap menjalankan proses pembelajaran dan berusaha memberikan pelayanan pendidikan kepada seluruh siswa yang ada.

Selain kondisi bangunan, fasilitas air juga masih menjadi persoalan yang dihadapi sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, SDN 3 Temiyang masih mendapatkan pasokan air dari kantor balai desa.

“Untuk kebutuhan air sementara masih disalurkan dari balai desa. Kami berharap ke depan sekolah bisa mempunyai fasilitas air sendiri yang lebih memadai,” katanya.

Eryadi berharap kondisi sekolah dapat menjadi perhatian pemerintah maupun pihak terkait. Perbaikan sejumlah bagian bangunan dinilai penting agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang lebih layak.

“Harapan kami tentu ada perhatian untuk perbaikan sekolah. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman, sehingga proses pembelajaran juga bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Ade Nur)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *