INDRAMAYU, Intijayakoran.com-

Dugaan ratusan siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi korban keracunan berbuntut panjang.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala 2 memicu sorotan Tim Pengawas MBG Nusantara Law Firma Merahputih Lawyers.

Koordinator Pengawas MBG Nusantara dan Tim Penasehat Hukum dari Merahputih Lawyer, Dedi Buldani SH dan Koswara, mendesak keluarga korban maupun pihak sekolah yang mengetahui kejadian tersebut segera membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum.

Buldani meminta dugaan kejadian yang menimpa siswa tersebut tidak berhenti sebagai informasi atau keluhan semata, tetapi segera dilaporkan kepada Kepolisian atau Kejaksaan Negeri Indramayu agar dapat ditindaklanjuti, diperiksa dan ditelusuri secara objektif pada ranah hukum.

“Kami meminta agar korban atau pihak keluarga membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum. Jangan hanya berhenti pada informasi atau keluhan. Dengan laporan resmi, aparat dapat melakukan pemeriksaan dan memastikan apa sebenarnya yang terjadi. Ini bisa buat pelajaran kedepan demi keselamatan nyawa pelajar” ujar Buldani.

Koswara menyampaikan keprihatinan sekaligus menyesalkan dugaan kejadian tersebut. Ini bukan masalah sepele karena sudah mengancam nasib ratusan, bahkan puluhan ribu pelajar di kota mangga.

Menurutnya, program MBG menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat. Karena itu, keamanan, kualitas makanan, kebersihan, serta standar pengolahan wajib menjadi perhatian serius.

Koswara menegaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan benar-benar melindungi penerima manfaat.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Kalau memang ada dugaan pelanggaran atau kelalaian, biarkan aparat melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti dan keterangan para pihak,” tegasnya.

Ia berharap laporan resmi tersebut menjadi pintu masuk pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan makanan, pengolahan, distribusi, penyimpanan, hingga makanan diterima dan dikonsumsi siswa.

Namun demikian, seluruh pihak tetap wajib mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai terdapat hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Diberitakan sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali jadi sorotan. Hal ini disebabkan ratusan siswa-siswi SMAN 1 Tukdana mendadak mengalami gejala muntah, pusing akibat keracunan makanan bergizi gratis.

Keracunan massal ini usai mengonsumsi hidangan yang dipasok oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala 2, Senin (5/10/2026).

Insiden yang menimpa ratusan pelajar ini langsung memicu respons cepat dari tim medis dan instansi terkait. Korban yang mengalami gejala keluhan langsung mendapatkan penanganan medis darurat, baik di lingkungan sekolah maupun dirujuk ke faskes terdekat, hingga ke RSUD Indramayu.

“Tadi siang saya dapat laporan terkait keracunan MBG di SMAN 1 Tukdana, ada sekitar 105 pelajar, baik kelas 10, 11, dan 12 mengalami keracunan. Yang 18 orang dilakukan tindakan di Puskesmas Tukdana, di Puskesmas Kerticala ada puluhan yang sedang ditangani, termasuk yang dirujuk ke RSUD Indramayu 2 orang siswa,” jelas Camat Tukdana, Heka Sugono.

Berdasarkan laporan dari pihak medis di Puskesmas Tukdana, gejala korban yang ditangani rata-rata mual, pusing, dan muntah-muntah akibat keracunan makanan.

“Sekarang sampel makanan sedang diuji lab di Labkesda Dinas Kesehatan Indramayu. Soal korban masih mungkin untuk bertambah karena masih ada yang datang di Puskesmas Kerticala. Sementara dugaan akibat keracunan makanan dari kiriman SPPG 2 Kerticala,” kata Eka Sugono.

Dalam tayangan video yang beredar, pihak keluarga korban mengaku cemas dengan kiriman makanan dari MBG.

“Mulai besok kita ga usah makan dari MBG, kita bawa bekal sendiri aja dari rumah. Ini MBG meracuni,” ungkap keluarga pelajar dalam tayangan video yang beredar ke publik yang juga diterima redaksi Intijayakoran.com. (Cho/Red)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *