MAJALENGKA- Intijayakoran.com

Damai Itu Indah. Kata mutiara itu ditunjukan ajudan Pj Bupati Majalengka. Secara kesatria, ajudan Bupati Majalengka secara terbuka minta maaf atas sikap arogansinya kepada para kuli tinta Majalengka.

Setelah permasalahan viral, wartawan dengan ajudan PJ Bupati Majalengka berakhir damai disertai dengan bersalam salaman dan meminta maaf kepada semua media yang ada di Majalengka, Selasa, 20 Agustus 2024.

Bertempat di kantor ULP Kabupaten Majalengka keduanya (ajudan Bupati dan wartawan) dipertemukan.

Turut hadir PJ Bupati Majalengka, Sekda Majalengka, Kepala Dinas Kominfo dan Asda Kabupaten Majalengka. Acara berlangsung penuh kekerabatan dan aman.

“Saya atas nama pribadi dan Pemkab Majalengka mohon maaf kepada semua awak media atas insiden kemarin. Saya menyesal,” terang ajudan Bupati.

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kisruh pada peringatan HUT RI di Majalengka dan ternoda atas sikap arogan ajudan Bupati Majalengka.

Sangat disayangkan, puncak acara HUT RI ke 79 yang digelar Pemkab Majalengka ternoda akibat sikap arogan ajudan Bupati Majalengka, Dedi Supandi. Dalam video yang diterima redaksi, ajudan Bupati sempat mengeluarkan kata-kata kotor kepada kuli tinta yang bertugas dalam peliputan peringatan HUT RI. Ajudan tersebut sempat adu mulut dan mangajak ‘duel’ dengan kata-kata lepas baju terkait kisruh tersebut.

“Kalau ada masalah, hayo kita selesaikan baik-baik. Saya juga masyarakat kamu juga masyarakat dan antara kita jangan bawa-bawa nama profesi, lepas baju kita,” tantang ajudan tersebut.

Kekisruhan berawal dari Wartawan TV Swasta Nasional Nana Kuswara yang meminta klarifikasi terkait bendera Merah putih yang dinaikan dikibarkan tidak sampai full ke puncak tiang bendera di lapang GGM Majalengka.

Bermaksud Nana mau konfirmasi terkait insiden kecil bendera merah putih saat upacara tidak naik sampe diatas ke Pj Bupati, sayangnya klarifikasi Wartawan tersebut ditarik dirangkul ajudan PK Bupati Majalengka dengan posisi tangan ajudan Bupati dengan memiting mencekek leher wartawan yang mengakibatkan napas Nana agak sesak akibat tangan ajudan.

Begitupun saat Nana dan para wartawan sedang melakukan wawancara dengan Dhany Eka Rahadian, selaku ketua purna Paskibraka putra putri Majalengka di depan Pendopo terkait masalah bendera tidak naik ful ke tiang bendera.

Ujug ujug oknum ajudan Pj Bupati Majalengka menyamperi dengan nada menantang kepada Wartawan Nana dengan kata kata yang memancing emosi, dan jadilah keributan Cek Cok adu mulut dengan. Nana. Dengan nada sombong oknum ajudan PJ Bupati Majalengka menantang, “Kalau tidak bisa diselesaikan saya buka baju”. Omongan itu dengan sendirinya wartawan lainya tersebut emosi denger kata arogan oknum Ajudan Bupati Majalengka dan sempat kisruh. Untung ajudan Bupati yang berkacamata itu segera ditarik sama PNS lainnya agar tidak terjadi kisruh tang melebar. “Sudah yah, jika ada salah paham sebaiknya saling maafkan,”ungkap lelaki yang tak lain teman sejawat ajudan Pj Bupati Majalengka. ( Max.Rolis ).

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *