MAJALENGKA, Intijayakoran.com – Pembagian Bansos Kementerian Sosial di Desa Pasir Melati, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, sempat menimbulkan kebingungan di tengah warga. Bantuan yang diperuntukkan bagi warga tidak mampu itu awalnya didistribusikan berbeda dengan data penerima yang tercatat di Kementerian Sosial.

Sejumlah ibu lanjut usia yang tidak tercantum dalam daftar penerima merasa khawatir tidak akan kebagian. Panitia desa kemudian menggelar musyawarah untuk memastikan pembagian dilakukan secara adil dan merata. Arahan diberikan langsung kepada warga agar proses distribusi berjalan tertib dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Panitia dan perangkat Desa Pasir Melati kemudian membuat berita acara sebagai bentuk transparansi. Langkah ini diambil untuk menghindari prasangka negatif, termasuk dugaan penyelewengan atau ketidakadilan dalam pembagian bantuan. Warga diminta mengikuti mekanisme yang telah disepakati bersama.

Bagi KPM (Keluarga Penerima Manfaat) yang tercatat, paket bantuan semula terdiri dari dua karung beras dan empat liter minyak goreng. Namun, demi pemerataan, setiap penerima diminta menyisihkan satu karung dan dua liter minyak untuk diberikan kepada warga miskin yang tidak tercatat sebagai penerima bantuan.

Jadi satu paket untuk dua keluarga tidak mampu. Dari 163 KPM akhirnya sesuai kesepakatan menjadi 330 keluarga lebih yang mendapatkan paket bantuan.

Warga yang benar-benar tidak mampu, terutama yang telah lanjut usia dan tidak memiliki pekerjaan tetap, akhirnya menerima bagian mereka. “Yang penting semua kebagian, terutama yang betul-betul susah. Setidaknya bisa menambah kebutuhan dapur,” ujar salah satu warga.

Kepala Desa Pasir Melati, Tatang Rastam, membenarkan adanya penyesuaian pembagian tersebut. Saat dikonfirmasi di balai desa, ia menjelaskan bahwa kebijakan itu merupakan hasil musyawarah bersama panitia sebelum rombongan berangkat mengambil bantuan.

“Kami tidak memaksa. Ini murni kesepakatan bersama warga agar bantuan merata. Musim tandur sedang sulit, panen masih jauh. Bantuan dari Mensos sangat berarti untuk dapur warga tetap ngebul,” kata Tatang Rastam. (Max)

 

 

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *