INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Sejumlah persoalan mencuat di lingkungan SMK As-Salaam Jatibarang- Indramayu setelah berbagai keluhan muncul terkait gaya kepemimpinan Kepala Sekolah, Kholil, S.Pd. Ia diduga bersikap otoriter, tidak transparan dalam pengelolaan dana, serta mencampuradukkan urusan pribadi dengan tugas kedinasan. Indikasi tersebut diungkapkan oleh sejumlah sumber internal sekolah yang enggan disebutkan identitasnya.
Kegiatan ekstrakurikuler berupa perkemahan kelas X yang telah direncanakan sejak jauh hari tiba-tiba dibatalkan. Padahal seluruh siswa telah membayar biaya sebesar Rp250.000 kepada pihak sekolah. Pembatalan itu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan guru maupun orang tua murid.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan perkemahan semula dijadwalkan pada Desember di kawasan Majalengka. Salah satu sumber menyebut alasan pembatalan hanya karena cuaca dingin. Menurutnya, penjelasan tersebut kurang masuk akal mengingat pelaksanaan kegiatan di Majalengka lazimnya tetap dapat berlangsung meski suhu rendah.

“Katanya cuacanya dingin, jadi dialihkan ke lingkungan sekolah. Kalau soal dingin di Palutungan memang benar, tapi tidak sampai membuat kegiatan harus dibatalkan. Apalagi ini sudah direncanakan lama,” ujarnya.
Sumber lain, yang tampak enggan mengungkap identitasnya, menyoroti dugaan bahwa Kepala Sekolah kerap menerima tamu terkait bisnis pribadi di ruang kerjanya. Kehadiran orang-orang yang disebut bagian dari kegiatan bisnis tersebut dinilai memunculkan keresahan di kalangan guru.
“Kemarin banyak temannya datang ke sekolah dan semuanya masuk ke ruang kepala sekolah. Guru-guru jadi resah. Seharusnya sebagai pimpinan, ia bisa memberi contoh baik dan tahu batas antara tugas dinas dan kepentingan pribadi,” ujarnya.
Seorang guru turut mengungkap dugaan persoalan pengelolaan dana tabungan siswa. Ia menyebut ada insiden ketika siswa berupaya mengambil uang tabungan untuk membayar keperluan sekolah, namun tidak diizinkan. Bahkan, menurutnya, Kepala Sekolah sempat memarahi siswa yang meminta pencairan tabungan tersebut.
“Masalah di SMK As-Salaam bukan hanya soal dana PIP, masih banyak persoalan lain. Sejak sekolah dipimpin Kholil, tata kelolanya berantakan,” katanya.
Sumber lain menambahkan dugaan gaya kepemimpinan Kholil yang dinilai otoriter. Ia mencontohkan insiden ketika seorang guru diberi surat peringatan hanya karena makan di emper sekolah. Ada pula informasi bahwa sejumlah tenaga pengajar diberhentikan tanpa alasan jelas.
“Yang tidak sejalan dengannya bisa langsung diberhentikan. Setahu saya sudah ada sekitar lima sampai enam guru yang dikeluarkan,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kholil belum dapat dimintai konfirmasi. Nomor telepon wartawan diduga telah diblokir, sementara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat belum memberikan tanggapan atas berbagai dugaan yang berkembang di sekolah tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, Hj. Dewi Nurhulaela yang dihubungi Intijayakoran.com terkait sejumlah masalah di SMK As-Salaam Jatibarang yang menyeret langsung nama Kepsek Kholil, juga tidak merespon dan terkesan bungkam. (AK 60)





