Intijayakoran.com –
Dalam kurun waktu 2022 hingga 2023, SPI (Survei Penilaian Integritas) menemukan kejanggalan dalam pengelolaan dana BOS yang dilakukan oleh kepala sekolah dan bendahara. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena penyelewengan yang terjadi dianggap masif dan terstruktur.

SPI meminta KPK turun tangan untuk mengawasi dan menyelidiki pengelolaan dana BOS di satuan pendidikan, termasuk kepala sekolah dan bendahara.
Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) terkait pengelolaan dana BOS pada tahun 2023 menunjukkan adanya penyimpangan yang mencolok. Data penilaian integritas pendidikan tahun 2023 berada dalam kategori korektif dengan skor 73,7 dari 100, yang menunjukkan perlunya perbaikan.
Beberapa temuan dari SPI mengenai pengelolaan dana BOS adalah sebagai berikut:
Laporan penggunaan anggaran fiktif. KPK mencatat bahwa banyak satuan pendidikan yang membuat laporan keuangan fiktif. Data menunjukkan bahwa 33,09 persen sekolah melakukan hal ini.
Penggunaan dana BOS yang menyimpang. KPK mencatat sebanyak 13,39 persen sekolah di seluruh Indonesia mengaku bahwa dana BOS tidak digunakan sesuai dengan sasaran yang dibutuhkan.
Aplikasi anggaran BOS yang telah ditentukan dengan template belum tentu sesuai dengan kebutuhan di sekolah. Beberapa wilayah yang paling menjadi sorotan adalah Kalimantan, Papua, dan Sumatra Utara, meskipun tidak menutup kemungkinan provinsi lain juga terlibat.
Dari hasil SPI, KPK menemukan jenis-jenis praktik penyalahgunaan anggaran sebagai berikut:
Pemerasan, potongan, dan pungutan di sekolah, tercatat 8,74 persen.
Nepotisme dalam pengadaan barang dan jasa di sekolah, tercatat 20,52 persen.
Penggelembungan biaya penggunaan dana BOS, terjadi sebanyak 30,83 persen.
Praktik penyalahgunaan lainnya sebesar 39,91 persen.
Berdasarkan hasil SPI, KPK merekomendasikan pengawasan yang lebih ketat oleh kepala dinas di masing-masing wilayah.
Bagaimana dengan pengelolaan dana BOS di wilayah Jawa Barat, khususnya Kabupaten/Kota Bandung, Garut, dan Kota/Kabupaten Tasikmalaya?
“Kami masih terus mengumpulkan bukti. Nantikan hasil investigasi dari awak media intijayakoran.com mendatang.”





