INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Pilihan tempat makan di wilayah pedesaan Kabupaten Indramayu semakin beragam. Salah satunya Kedai Gacor yang berada di Blok Impeng, Desa Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, yang kini menjadi tempat makan sekaligus lokasi berkumpul bagi warga.
Usaha tersebut dikelola oleh Wahidin yang memilih memulai bisnis kuliner dengan memanfaatkan lahan milik keluarganya. Langkah itu menjadi bagian dari upayanya mewujudkan keinginan untuk memiliki usaha yang dapat dijalankan secara mandiri.
Saat ditemui wartawan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Wahidin menjelaskan bahwa keputusan membuka Kedai Gacor berawal dari keinginannya mencoba bidang usaha yang baru. Menurutnya, kesempatan tersebut semakin terbuka karena terdapat lahan keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha.
Wahidin menyebut dirinya memang telah lama memiliki keinginan untuk mempunyai usaha sendiri. Karena itu, keberadaan lahan milik orang tua kemudian dimanfaatkan sebagai modal awal untuk menjalankan Kedai Gacor.
“Keinginan untuk mempunyai usaha sendiri sudah ada sejak lama. Saya juga ingin mencoba sesuatu yang berbeda sebagai pengalaman dan tantangan baru. Ketika ada lahan orang tua yang bisa digunakan, saya melihatnya sebagai kesempatan untuk memulai usaha,” jelas Wahidin.
Dalam menjalankan usahanya, Kedai Gacor menawarkan sejumlah menu yang cukup beragam. Makanan seperti ayam bakar, ayam goreng, pecel lele dan katsu menjadi pilihan bagi pelanggan yang menginginkan menu sehari-hari.
Hidangan tersebut disajikan dengan pelengkap nasi, sayur asam, sambal dan lalapan. Harga makanan yang ditawarkan relatif terjangkau, yakni mulai sekitar Rp15 ribu.
Menu lainnya datang dari olahan seafood. Pengunjung dapat memilih cumi bakar, cumi saus tiram maupun gurame yang disajikan dengan sambal bercita rasa asam, manis dan pedas.
Untuk melengkapi pilihan makanan, Kedai Gacor juga menyediakan aneka minuman. Es teh, es jeruk, jus buah, es krim serta kopi menjadi beberapa pilihan yang dapat dipesan pelanggan.
Tidak hanya mengandalkan pelanggan dari lingkungan sekitar, kedai tersebut juga mulai didatangi warga dari sejumlah daerah. Pengunjung tercatat berasal dari Haurgeulis, Anjatan, Sukra, Parean hingga kawasan Indramayu kota.
Ramainya pelanggan lebih terlihat saat memasuki penghujung pekan. Wahidin mengatakan Jumat malam hingga Sabtu menjadi waktu yang biasanya mengalami peningkatan jumlah pengunjung.
“Biasanya peningkatan pengunjung mulai terasa saat akhir pekan. Sabtu malam menjadi salah satu waktu yang paling ramai dan terkadang jumlah pelanggan membuat tempat yang tersedia terisi penuh,” ujarnya.
Kedai Gacor juga dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat. Selain makan bersama, tempat tersebut dapat digunakan untuk arisan, acara ulang tahun maupun pertemuan komunitas.
Bagi Wahidin, perkembangan usaha yang dirintis dari pemanfaatan lahan keluarga tersebut menjadi dorongan untuk terus melakukan pengembangan. Ia ingin Kedai Gacor tetap memiliki suasana sederhana, tetapi mampu memberikan pelayanan dan pilihan makanan yang dapat diterima berbagai kalangan.
“Harapannya tentu usaha ini bisa terus berkembang. Saya ingin Kedai Gacor semakin dikenal dan tetap dapat menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat dari berbagai kalangan,” pungkasnya. (Ade Nur)





