INDRAMAYU, Intijayakoran.com

Warga di wilayah Kecamatan Krangkeng yang doyan konsumsi mie instan tentunya harus jeli dan berhati hati. Jika tidak, bisa saja mie instan yang dimakan adalah mie kedaluarsa yang berbahaya bagi kesehatan. Seperti yang disantap anak usia 10 tahun yang dibuat ibunya ternyata mie yang katanya dibeli dari salah satu warung ternyata mie kedaluarsa.

Pantas kalau kemudian bocah yang doyan makan mie instan sekitar 10 menit usai menyantap mie terjadi muntah muntah, bahkan dari pengakuan bocah yang masih duduk dikelas 4 SD ini bukan hanya muntah muntah, perutnyapun terasa mulas.

Hal itu diakui oleh Amirih (36) ibu dari bocah penyantap mie instan yang diduga kadaluarsa saat ditanya mengatakan kecewa dengan penjualan di warung grosir ‘S’. “Awite Risky kan jaluk mangan mie, terus takongkon tukue ning warung kidul 5 bungkus, terus sing loro dimasak wong boca kuwen baka mangan mie kudu loro,l. Begitu mateng ia tak nekna bli, terus dipangan ning riskiye, ora suwe jeh muntah muntah sampe keder kenang apa bocah kih, tak takoni ora mangan apa apa cuma nembe mangan mie bae, pas tak deleng bungkuse mie mau kah ternyata tanggale wis kadaluarsa, ” ujarnya.

Ditempat terpisah menurut pemilik warung saat ditanya awak media terkait mie instan yang diduga kedaluarsa mengatakan, dirinya belanjanya sama grosir ‘S’ toko yang dipinggir jalan arah Cirebon Indramayu. Kebetulan kalau mie rasa itu sih memang kurang laku mas, di saya aja ada masih ada sekitar 10 bungkusan lah,” paparnya

Disisi lain menurut pemilik toko grosir yang juga istri ‘S’ saat ditemui pagi sekitar pukul 08.00 Wib 29 Maret 2024 terkait dugaan menjual mie instan kadaluarsa mengatakan, “Orangnya saja suruh kesini, bapak membeli diwarung mana, suruh kesini orangnya biar jelas, ” katanya dengan nada ketus.

Untuk mengantisipasi peredaran barang kadaluarsa BPOM semestinya lakukan Sidak dan monitoring baik kepasar pasar maupun di toko grosir. “Jangan sampai ada korban lagi, sebaiknya pihak terkait segera Sidak kesejumlah warung dan toko, terutama toko grosir. Keselamatan nyawa seseorang lebih penting, “tegas pegiat sosial, Akhmad. (A.K 58 )

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *