Laporan : Ade Nur, Indramayu

Tidak ada hiruk-pikuk kendaraan atau padatnya bangunan ketika perjalanan menuju Agro Eduwisata Situ Bolang dimulai. Jalan menuju kawasan tersebut justru dikelilingi hamparan persawahan yang luas, membuat suasana terasa jauh berbeda dari kawasan perkotaan.

Di tengah bentangan lahan pertanian itulah Agro Eduwisata Situ Bolang berada. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat keramaian, tetapi kondisi tersebut justru menjadi bagian dari daya tariknya.

Pengunjung yang datang tidak hanya disuguhi suasana alam. Kawasan wisata yang berada di Desa Jati Sura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, tersebut juga dirancang sebagai tempat pembelajaran, terutama bagi anak-anak sekolah.

Rombongan pelajar dari berbagai jenjang, mulai SD, SMP hingga SMA, kerap datang untuk mengikuti kegiatan di luar lingkungan sekolah. Mereka diajak mengenal alam melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui materi yang diperoleh di dalam kelas.

Berbagai objek yang tersedia di kawasan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran. Mulai dari tanaman dan bunga, perkebunan buah hingga beragam jenis burung yang berada di area edukasi yang dikenal dengan nama Umah Manuk.

Konsep seperti inilah yang membuat Agro Eduwisata Situ Bolang memiliki fungsi yang lebih luas. Rekreasi tetap menjadi bagian dari kegiatan pengunjung, tetapi di saat yang sama terdapat kesempatan untuk memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Agro Eduwisata Situ Bolang mulai dikembangkan sejak 2016 dan kemudian dibuka untuk masyarakat umum pada 2019. Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 15 hektare, dengan sekitar 2 hektare dimanfaatkan untuk area wisata dan 13 hektare lainnya berupa kawasan perkebunan yang masih terus dikembangkan.

Pemilik Agro Eduwisata Situ Bolang, H. Urip, menuturkan bahwa konsep edukasi memang menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kawasan tersebut.

Ia berharap kunjungan pelajar tidak berhenti pada kegiatan rekreasi, tetapi juga memberikan pengalaman yang dapat menambah wawasan mereka mengenai lingkungan sekitar.

“Ketika anak-anak datang, kami ingin mereka tidak hanya menikmati fasilitas yang ada. Mereka juga bisa mengenal langsung berbagai tanaman, bunga, buah dan burung yang ada di kawasan ini,” ujar H. Urip.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, sejumlah fasilitas tersedia di kawasan Situ Bolang. Selain area perkebunan dan taman bunga, pengunjung juga dapat menikmati kolam renang serta melihat berbagai jenis burung di Umah Manuk.

Kegiatan belajar di ruang terbuka membuat anak-anak memiliki kesempatan untuk mengamati objek secara langsung. Apa yang biasanya mereka temui dalam buku pelajaran dapat dilihat dalam bentuk nyata di lingkungan sekitar mereka.

Keberadaan Agro Eduwisata Situ Bolang juga membawa manfaat bagi masyarakat. Ramainya kunjungan membuka kesempatan kerja sekaligus memberikan peluang kepada warga untuk menjalankan usaha kecil di sekitar kawasan.

Kartiwan, salah seorang penjaga tiket, mengatakan aktivitas wisata memberikan perubahan positif bagi warga yang sebelumnya memiliki keterbatasan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan maupun penghasilan tambahan.

“Adanya tempat ini memberikan kesempatan bagi warga untuk ikut bekerja. Masyarakat juga bisa memanfaatkan kedatangan pengunjung dengan membuka usaha makanan dan minuman. Jadi, ada penghasilan yang bisa diperoleh dari aktivitas wisata ini,” ungkap Kartiwan.

Tidak hanya menjadi tujuan kunjungan pelajar, kawasan tersebut juga digunakan untuk berbagai kegiatan lain. Reuni keluarga dan acara perpisahan sekolah menjadi beberapa kegiatan yang pernah digelar di lokasi tersebut, termasuk oleh masyarakat dari luar daerah Indramayu.

Di kawasan yang dikelilingi persawahan itu, kegiatan wisata dan pembelajaran berjalan beriringan. Anak-anak dapat bermain sekaligus mengenal alam, sementara masyarakat memperoleh peluang ekonomi dari aktivitas yang berlangsung.

Agro Eduwisata Situ Bolang pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar tempat untuk menghabiskan waktu luang. Ia menjadi ruang terbuka tempat pengunjung dapat melihat, mengenal dan mempelajari lingkungan secara langsung.

Jauh dari keramaian kota, hamparan persawahan di sekitar Situ Bolang justru menjadi bagian dari proses belajar itu sendiri. Sebuah pengingat bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas, karena alam pun dapat menjadi tempat untuk mengenal kehidupan. (***)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *