GARUT, Intijayakoran.com-
Anggaran pemeliharaan jalan yang dialokasikan untuk pembelian hotmix dan berbagai material di UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan IV, di bawah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, menjadi sorotan.
Pasalnya, meski nilai anggaran disebut mencapai puluhan miliar rupiah, kondisi ruas jalan Garut–Cikajang tampak kerusakan, bergelombang dan masih banyak ditemukan jalan berlubang di sejumlah titik.
Berdasarkan data bukti pembelian belanja melalui E-Katalog versi 5 dan 6, pengadaan hotmix dan material penunjang pemeliharaan tercatat menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah dalam satu tahun anggaran.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi yang dinilai belum sebanding dengan besarnya anggaran tersebut.

Di sepanjang ruas Garut–Cikajang, pengendara masih harus berhati-hati karena banyak lubang yang belum tertangani secara optimal.
Beberapa titik bahkan disebut rawan membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari dan saat musim hujan.
Ketua LSM P3KN, Ronggur SH, menilai anggaran pemeliharaan sebesar itu seharusnya mampu menjamin kondisi jalan tetap layak dan aman dilalui. “Kalau anggaran pembelian hotmix dan material mencapai puluhan miliar rupiah, mestinya lubang-lubang di ruas Garut–Cikajang bisa segera ditutup. Kenyataannya, masih banyak yang dibiarkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan anggaran pemeliharaan wajib mengacu pada prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah diperbarui melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2021.
Selain itu, hasil pekerjaan pemeliharaan harus memenuhi standar mutu agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Ronggur, jika terdapat ketidaksesuaian antara besaran anggaran dengan kondisi fisik jalan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Pengawasan internal harus berjalan. Bila perlu, dilakukan audit agar jelas apakah pelaksanaan pemeliharaan sudah sesuai perencanaan dan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, sejumlah pengguna jalan berharap pemerintah provinsi segera melakukan penanganan menyeluruh terhadap lubang-lubang di ruas tersebut. Mereka meminta agar anggaran pemeliharaan yang telah dialokasikan benar-benar diwujudkan dalam bentuk perbaikan nyata, sehingga akses Garut–Cikajang dapat kembali aman dan nyaman dilalui. (F. Sihombing)





