MALANG, Intijayakoran.com – Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Jawa Barat mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu segera mencairkan insentif yang sudah dialokasikan melalui APBD Tahun Anggaran 2026.

Anggaran insentif bagi guru-guru ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah di daerah terhadap pendidikan anak usia dini.

Dikutip Vritta, Ketua Himpaudi Wilayah Jawa Barat, Widiasih Yogasara, M.Pd. mengkritik belum cairnya insentif di Kabupaten Indramayu.

“Kami mendengar Himpaudi Kabupaten Indramayu anggarannya belum cair, padahal anggaran insentif bagi guru-guru ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah di daerah terhadap pendidikan anak usia dini,” jelas Widiasih Yogasara, usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Himpaudi Kabupaten Indramayu di Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (18/9).

Menurut Widiasih, di Jawa Barat hampir semua kabupaten/kota sudah mengalokasikan anggaran tersebut. Ini tidak lain, kata Widiasih, sebagai bentuk adanya perhatian kepada pendidikan dasar 13 tahun bagi warganya.

“Bupati dan wali kota di Jawa Barat yang sudah mengalokasikan dan mencairkan anggaran insentifnya dihaturkan banyak terima kasih karena ini adalah bentuk penghormatan kepada guru, khususnya guru-guru PAUD yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional kita,” jelasnya.

Widiasih mengatakan, pihaknya tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan nasib guru-guru PAUD yang hingga saat ini belum diakui sebagai guru dalam Undang-Undang Sisdiknas yang kita miliki.

“Kita selalu perjuangkan nasib guru-guru PAUD ini agar mereka sejajar dengan guru yang lainnya. Artinya, UU Sisdiknasnya harus diajukan kembali untuk ditinjau ulang,” kata Widiasih.

Sementara itu, Ketua Himpaudi Kabupaten Indramayu Hj. Umiyati, M.Pd. membenarkan bahwa seluruh guru-guru PAUD yang tergabung dalam Himpaudi Kabupaten Indramayu belum mendapatkan alokasi anggaran insentif yang sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.

Kondisi ini, kata Umiyati, membuat guru-guru menanyakan kepada jajaran pengurus di Himpaudi Kabupaten Indramayu.

“Kami dari Himpaudi sudah mengkonsultasikan kepada pihak legislatif maupun eksekutif terkait anggaran tersebut. Hanya saja, kita ini selalu di pingpong dan mengarah pada ketidakjelasan,” jelas Umiyati.

Membandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat, Umiyati merinci hanya guru PAUD di Kabupaten Indramayu saja yang belum menerima insentif tersebut.

“Miris mas dengarnya. Sebenarnya ada tidak sih perhatian Pemerintah di Kabupaten Indramayu terhadap guru-guru PAUD yang mendidik anak-anak Indramayu sejak usia dini,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, anggaran insentif guru-guru PAUD Kabupaten Indramayu sudah dialokasikan, hanya saja belum diterima oleh guru-guru PAUD yang jumlahnya lebih dari seribu orang tersebut. (Cho/Red)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *