INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Sedikitnya 500 orang dari gabungan LSM dan Organisasi Masyarakat (Ormas) akan turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuju Pendopo Bupati Indramayu, Senin besok, (19/1).

Kepastian demo yang menyoroti dugaan pernyataan bernada Rasis yang dilontarkan Salman itu, setelah surat ijin demo berkop Gabungan Masyarakat LSM dan Ormas Bersatu Kabupaten Indramayu viral di media sosial.

Dalam surat pemberitahuan yang ditujukan kepada Kapolres Indramayu tersebut, massa dijadwalkan berkumpul di Sport Centre Indramayu sejak pukul 10.00 WIB, sebelum melakukan long march menuju Pendopo.

Hingga kini, tercatat 11 LSM dan Ormas yang siap turun demo, diantaranya, BPPKB, Penjara, Manggala, WN 88, PP, IMI, XTC, PASKAS, Kiansantang, GIBAS dan Brigade 08.

Aksi ini sebagai respons atas pernyataan Salman, Staf Khusus Bupati Indramayu, yang viral di media sosial dan dinilai provokatif serta bermuatan rasis, sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Korlap demo AWDB, Tomi Susanto dan Andy Prayitna menyerahkan surat ijin/pemberitahuan aksi demo ke Sat Intelkam Polres Indramayu.
Korlap demo AWDB, Tomi Susanto dan Andy Prayitna menyerahkan surat ijin/pemberitahuan aksi demo ke Sat Intelkam Polres Indramayu.

“Kami koalisi LSM-Ormas yang tergabung dalam Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB) tersinggung kalimat Salman yang menyatakan dirinya ‘berdarah Madura’ dan hanya patuh kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim. Pernyataan Salman kami nilai rasis, arogan dan multitafsir,” kata Asmawi Day, Koordinator Umum Aksi, Minggu (18/1).

Ditegaskan Asmawi, pernyataan tersebut telah melukai perasaan masyarakat kota mangga dan berpotensi merusak keharmonisan sosial di Indramayu.

Karena itu, salah satu tuntutan utama dalam aksi besok adalah mendesak agar Salman dipulangkan ke daerah asalnya, Madura.

“Ini soal harga diri, bukan soal pribadi. Menjaga kondusivitas daerah itu penting. Kami ingin Indramayu tetap aman, damai dan bisa menjaga perbedaan baik suku, ras dan agama” tegasnya.

Ia juga memastikan persiapan aksi telah dilakukan secara matang. Aksi akan dikawal oleh empat koordinator lapangan, yakni Tomi Susanto, Andri Prayitna, Budi dan Mas Kris.

“Kami akan membawa ratusan massa serta perlengkapan aksi seperti mobil komando, bendera, spanduk, dan pengeras suara,” jelas Asmawi.

Asmawi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila aksi tersebut mengganggu aktivitas dan kelancaran lalu lintas di sepanjang rute Sport Centre hingga Pendopo Kabupaten Indramayu.

“Kami mohon pengertian warga, karena ini bentuk aspirasi yang ingin kami sampaikan secara damai,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Stafsus Bupati Indramayu, Salman, menjadi sorotan publik menyusul pernyataannya yang dinilai bernada rasis.

Pernyataan tersebut dilontarkan Salman saat bertemu dengan dua pegawai outsourcing Dinas Kominfo Indramayu yang dipecat tanpa alasan jelas.

Pertemuan berlangsung di Pendopo Indramayu pada malam hari, 10 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Salman didampingi asisten pribadi Bupati Indramayu Lucky Hakim bernama Mansur.

Dua tenaga outsourcing yang dipecat tersebut adalah Wanginah dan Komar. Keduanya datang ke pendopo untuk mengklarifikasi pemecatan yang mereka alami. Mereka mendengar kabar bahwa pemecatan tersebut diduga atas permintaan Mansur dan Salman.

“Kami datang untuk meminta penjelasan karena kabar yang beredar menyebutkan Mansur dan Salman menekan pimpinan kami di Diskominfo agar memberhentikan kami,” ungkap Wanginah, Jumat (16/1).

Pertemuan kemudian memanas ketika Salman dan Mansur membantah tudingan tersebut. Di luar dugaan, Salman justru melontarkan pernyataan bernada rasis di hadapan Wanginah dan Komar.

‘Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih, dan bermata putih. Saya tidak akan pernah takut kepada siapa pun. Saya tidak akan patuh pada perintah siapa pun di Indramayu ini kecuali Bupati Indramayu Lucky Hakim, karena saya orangnya Lucky Hakim, bukan orangnya siapa pun,’ ujar Wanginah menirukan pernyataan Salman.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Stafsus Bupati Indramayu, Salman, belum memberikan tanggapan. Upaya klarifikasi yang dilakukan Intijayakoran.com kepada Salman melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (17/1) juga belum mendapat jawaban. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *