Warga masyarakat Desa / Kecamatan Losarang penuhi jalan Pantura Losarang, memanjang terurai sehingga sempat pengguna jalan Pantura Losarang sempat tersendat, Rabu (16/11/23).
Pasalnya dengan kemacetan jalan Pantura Losarang sedang berlangsungnya carnaval berupa kegiatan arak arakan serangkaian diadakan acara Sedekah Bumi Desa Losarang.
Dengan riang gembira warga masyarakat Losarang dengan berjalan kaki untuk mengelilingi berbatasan Desa dengan Desa Muntur dan Santing, dengan dihibur kesenian Singa Depak bervariasi kan musik dangdut dan dengan ditampilkannya berupa kreasi seni budaya Ogo – Oga, serta ditampilkannya hasil bumi, untuk setiap rukun warga yang berada di Desa Losarang telah mengelar dengan berbarengan, maka terwujudlah carnaval.

Carnaval dilepas dari halaman Kantor Desa Losarang oleh Kepala Desa Losarang Kuwu Arifin T yang disaksikan Camat Losarang Boy Billy Prima, S.STP., Kapolsek Losarang Hendro Ruhandi,SH, Danramil 1611/,Lsr. Kapten Inf. Sugiyanto, Babinsa, Babinkantibmas, Satpol PP, Untuk pengamanan lalu lintas di jalan dibantu oleh pihak kepolisian Polsek Losarang.
Titik puncak acara Sedekah Bumi Desa Losarang, direncanakan pada Hari Sabtu, 28 November 2023, berlokasi di halaman belakang Kantor Desa Losarang.

Dengan diisi kegiatan warga masyarakat Desa Losarang, menyiapkan tumpeng beserta lauk pauk dan buah buahan, untuk dikumpulkan di lokasi acara Sedekah Bumi.
Prosesi kumpul tumpeng menandai akan dimulainya, ritual Sedekah Bumi, untuk melaksanakan tahlil dan membaca Do’a bersama.
Usai acara tahlilan dilanjut makan bersama antara Muspika, Kuwu dan perangkat desa Losarang, Inti dari acara Sedekah Bumi dengan diisi bertahlil dan berdo’a bersama, bermaksud dan bertujuan, warga masyarakat tani di Desa Losarang merasa bersyukur kepada Tuhan YME, atas Rahmat dan hidayahnya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, dan dengan berharap kelak penghasilan pertanian akan melimpah ruah, serta dijauhkan dari bala bencana serta dijauhkan dari gangguan Hana dan penyakit terhadap pertanian.
Sedekah Bumi merupakan adat budaya nenek moyang kita terdahulu, Sedekah Bumi setiap tahun diadakan, hal ini menandai akan dimulainya kegiatan petani untuk bersiap siap siap bercocok tanam dikadang. (Pran’s)





