INDRAMAYU, Intijayakoran.com-
Sudah hampir dua bulan, warga Desa Penyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, mengeluhkan buruknya distribusi air bersih dari Perumdam Tirta Darma Ayu (TDA) Indramayu atau PDAM.
Meski rutin membayar tagihan setiap bulan, air yang diterima warga tidak mengalir normal, bahkan kerap tidak keluar sama sekali.
Dalam sepekan terakhir, aliran air bersih dari pipa PDAM bahkan hanya ngucur malam hari, itupun hanya lima jam mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.
Keluhan datang dari Rasta (50) warga Desa Penyindangan Kulon, Blok Pecuk Kalen Cilik RT 29 RW 09 dan Teja (54) Warga Desa Sindang Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu.
Rasta mengaku sangat dirugikan dengan kondisi air tersebut. Kondisi ini sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan terakhir dan masih terjadi hingga saat ini.

Menurut Rasta, setelah viral terkait tidak ngucurnya air PDAM saat Idul Fitri kemarin, aliran air PDAM di Blok Pecuk Kalen Cilik RT 29 RW 09, Desa Penyindangan Kulon, air sempat mengalir kembali, itupun hanya malam hari saja dengan durasi hanya 5 jam ngucur.
“Setiap bulan kami rata-rata bayar hampir 200 ribu perbulan, tapi kondisi air tetap tidak normal ngucur. Tolong masalah air ini mendapat perhatian dari eksekutif, legeslatif dan lembaga perlindungan konsumen agar ada penanganan maksimal. Kalau begini terus jelas masyarakat yang dirugikan,” jelas Rasta, Rabu (8/4/2026) dalam video yang beredar.
Warga mengaku sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Air hanya mengalir pada waktu tertentu, yakni sekitar pukul 03.00 dini hari, lalu saat pagi hari yang sedang butuh-butuhnya air, kembali tidak mengalir hingga sore. Pada malam hari, air baru keluar lagi sekitar pukul 22.00, itupun dengan debit kecil dan tidak stabil dan susah untuk ditampung” keluh Rasta.
Setiap bulan dirinya tetap bayar, tapi airnya tidak lancar. Siang sampai sore bahkan malam hari sering tidak keluar. Kalau pun keluar, cuma mengicir kecil di kran depan.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat aktivitas keluarga menjadi terganggu.
“Kadang kamar mandi kosong air sampai berjam-jam. Sangat menyulitkan untuk kebutuhan MCK,” keluhnya.
Warga lainnya, Teja (54) berharap Perumdam Tirta Darma Ayu segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan perbaikan jaringan distribusi air.
Mereka meminta adanya solusi nyata agar pelayanan air bersih dapat kembali normal.
“Tidak ada peningkatan dalam pelayanan air bersih khususnya di Cabang Sindang, bahkan selama bulan Pebruari hingga April lebih parah tidak ngucur. Kami mendesak, wacana dibentuknya Pansus PDAM jangan omong kosong, buktikan. Suara rakyat sudah kami titipkan di gedung dewan,” kritik Teja.
Keluhan ini pun menambah daftar persoalan distribusi air bersih di Kabupaten Indramayu yang hingga kini masih menjadi sorotan masyarakat.
Ketua Fraksi PKB, Ahmad Mujani Nur kepada Intijayakoran.com mengatakan, partainya sudah siap untuk dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) PDAM demi kebaikan rakyat Indramayu.
Begitupun yang disampaikan Ketua Fraksi PDIP dan Partai Golongan Karya (Golkar). Ketiga partai besar ini sudah sangat siap untuk membentuk Pansus PDAM, tinggal menunggu waktu yang tepat.
“Partai kami dari awal sudah mengirimkan surat usulan ke sekertariatan bagian umum untuk diteruskan pimpinan terkait usulan pembentukan Pansus PDAM. Mungkin akhir masa sidang kedua di akhir April 2026 Pansus PDAM sudah dibentuk, kita siap kok demi rakyat,” tegas Ketua Fraksi PDIP, Edi Fauzi. (Cho)





