INDRAMAYU, Intijayakoran.com –

Kebanjiran yang kerap dirasakan warga pesisir Pantura Indramayu setidaknya akan berkurang. Harapan warga di wilayah Kecamatan Kandanghaur, khususnya Desa Ilir, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang saat musim penghujan menjadi langganan banjir, kini tidak lagi diliputi rasa waswas.

Harapan bebas banjir akhirnya mendapat titik terang. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Indramayu melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) resmi menggelar program normalisasi sungai di wilayah pesisir tersebut, yang selama ini menjadi langganan banjir.

Selama bertahun-tahun, tumpukan sampah, endapan lumpur tebal, dan tumbuhan liar membuat aliran sungai di wilayah tiga desa di Desa Ilir nyaris lumpuh. Ketika musim hujan tiba dan air laut pasang, banjir pun tak terhindarkan.

Akibatnya, sawah gagal panen, rumah warga terendam, dan aktivitas masyarakat terganggu.

Sejak alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi, memperlebar jalur air, dan membersihkan bantaran sungai dari vegetasi liar yang menghambat arus, aliran air menjadi sangat lancar. Proses ini dijalankan secara sistematis demi mengembalikan kapasitas sungai dalam menampung debit air dan mempercepat aliran ke hilir.

“Kita prioritaskan normalisasi di wilayah Kandanghaur. Targetnya, pekerjaan ini tuntas sebelum puncak musim hujan. Ini adalah langkah preventif mengatasi darurat banjir,” kata Plt Kadis PUPR Indramayu, Asep Abdul Mukti, didampingi pejabat SDA PUPR Indramayu, Senin (15/9).

Kehadiran proyek ini disambut antusias oleh warga. Warlan, warga nelayan setempat, mengaku bergembira.

“Setiap musim penghujan, kami dihantui banjir. Tapi sekarang, dengan sungai yang lancar, kami bisa bebas banjir dan tentunya ini membantu harapan panen yang lebih baik, serta nelayan bisa lancar melaut,” ujarnya.

Normalisasi sungai di Desa Ilir bukan sekadar proyek infrastruktur, namun mampu membawa dampak nyata: mencegah banjir, memperkuat sistem irigasi, menjaga lingkungan tetap sehat, serta menekan potensi penyakit akibat genangan air.

Langkah konkret ini membuktikan bahwa PUPR Indramayu serius dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan, demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. “Kami berharap ada kegiatan rutin normalisasi di aliran sungai-sungai di wilayah Kecamatan Kandanghaur agar setidaknya bisa mengurangi banjir,” harap Tarsudi, petani setempat. (Cho)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *