INDRAMAYU, Intijayakoran.com-

Belum genap satu bulan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau Praktek Kerja Industri (Prakerin) di PT. CTE (Cakra Tunggal Elektrindo) yang merupakan salah satu pabrik kabel di Kabupaten Subang Jawa Barat, 9 pelajar putri dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Krangkeng Kabupaten Indramayu terpaksa pulang kampung dan mengundurkan diri.

Pasalnya, saat PKL dan sedang berada di rumah kontrakan (kosan,red) mendapat perlakuan kurang mengenakan dari penghuni kosan lain, yang katanya karyawan pabrik kabel dimana ke 9 siswi itu menetap.

Menurut pengakuan CA, kelas XI jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMKN 1 Krangkeng saat ditemui awak media di rumahnya (17/ 3) mengatakan, saat PKL disana dirinya bersama temannya layaknya seperti karyawan saja, masuk jam 6:45 pulang jam 16:00 WIB. Terus tempat kosan yang ditempati dianggap tidak nyaman karena dicampur dengan karyawan laki-laki.

Selain itu, yang lebih miris kondisinya kosan juga sangat kotor dan tidak layak huni karena pintu kamar mandi saja tidak tertutup, sehingga kalau mandi jika tidak ditutup kain bisa kelihatan dari luar.

“Yang membuat saya dan kawan-kawan takut dan memutuskan pulang, penghuni kos yang laki laki bilang kepada saya dan temen-temen bilangnya serem pisan menakutkan, nanti bikin WA grup bugil ia sambil cengengesan. Mendengar ucapan seperti itu, saya jadi takut sekali makanya minta dijemput dan lebih baik pulang kerumah,” ujar CA sedih dengan berurai air mata.

Dari pengakuan CA, tak pelak membuat Susiri selaku orang tua CA murka. “Kalau seperti ini jelas gak bener pak, anak saya itu lagi PKL-an bukan treaning kerja, kenapa sampe caranya kaya karyawan saja kerja ditarget kemudian harus ada lembur, maksudnya apa?. Saya selaku orang tua tidak terima pak, terus sebelum berangkat guru bilang akan mendapat uang makan Rp 20.000 nyatanya kata anak saya boro boro dikasih, kemudian guru juga bilang bahwa bayar kosan Rp 500.000 ternyata disana bayar Rp 600.000. Yang lebih membuat saya sakit hati anak saya dan temen temennya diomong suruh bikin WA grup bugil, maksudnya apa?. Dengan perlakuan yang didapat anak saya, guru pembimbing harus bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak lagi terulang,” ujarnya dengan nada sewot.

Pemerhati pendidikan Kabupaten Indramayu, Akhmad K. AF memberikan komentar keras. Menurutnya, PKL yang dilakukan siswi SMKN 1 Krangkeng disinyalir menyimpang karena para pelajar putri yang mengikuti PKL itu jurusannya Teknik Komputer Jaringan (TKJ), kenapa disuruh bekerja di kabel. “Ini sudah jelas menyimpang jauh, harusnya siswa tadi ditempatkan sesuai bidangnya, misal bidang teknik kendaraan ringan pastinya ditempatkan diperbengkelan roda dua, demikian pula listrik ia harus ditempatkan sesuai jurusan, itu yang bener. Lah ini TKJ kok dikabel, saya kira itu gak bener tentu saja patut untuk dipertanyakan, apalagi sampai mendapatkan pelecehan seksual, pihak sekolah harus bertindak dan bertanggung jawab,” paparnya.

Terkait adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh 9 siswi yang sedang mengikuti Prakerin (Praktek Kerja Industri) menurut Humas Kesiswaan SMKN 1 Krangkeng, Ali Subandi, saat disambangi di ruang kerjanya mengatakan, “Terima kasih sekali atas informasinya, namun kita tidak menerima laporan sepihak, artinya kita juga perlu menanyakan bener gak nih ada kabar seperti ini, kalau kemudian benar perjanjian kerjasama kita batalkan,” tegasnya.

Saat dicegat pertanyaan terkait Prakerin yang tidak sesuai keahlian, pihaknya mengaku salah. Kalau tidak sesuai kompetensi memang salah, tapi ini masalahnya kita mencari sertifikat, jadi nanti mudah saat yang bersangkutan melamar pekerjaan. (A.K 59/red)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *