Peristiwa itu bermula saat Nur Nata melakukan klarifikasi terkait penitipan MBG di Balai Desa Cangkring, Senin (11/5/2026). Klarifikasi dilakukan setelah muncul informasi mengenai pengiriman MBG yang dititipkan di kantor desa.
Di depan Kantor Kecamatan Cantigi, usai kegiatan upacara bersama para kepala desa se-Kecamatan Cantigi, Kuwu Desa Cangkring, Muhamad Sahid SH, menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin terkait penitipan MBG di kantor balai desa. Pernyataan itu disebut disampaikan di hadapan Camat Cantigi, Dedeh Nurjanah SIP.

“Tidak pernah ada izin penitipan MBG di balai desa,” ujar Muhamad Sahid kepada Nur Nata.
Usai mendapatkan keterangan tersebut, Nur Nata melanjutkan klarifikasi ke dapur SPPG Yayasan Al Alif di Desa Cantigi Kulon. Namun saat tiba di lokasi, Kepala SPPG Ari disebut tidak berada di tempat. Klarifikasi kemudian diterima oleh Eka Putri selaku ahli gizi di dapur SPPG, didampingi sejumlah karyawan lainnya.
Setelah pembicaraan selesai, Nur Nata pulang ke rumah. Namun sekitar pukul 13.30 WIB, Babinsa Desa Cantigi Kulon, Warsono, datang menemuinya. Kedatangan Babinsa itu untuk menanyakan dugaan penyetopan mobil pengangkut MBG di Desa Cangkring.
“Pak Nurnata benar tidak menyetop atau memberhentikan mobil MBG?” tanya Warsono saat itu.
Mendapat pertanyaan tersebut, Nur Nata langsung membantah keras tuduhan itu. Ia mengaku tidak pernah melakukan penyetopan kendaraan MBG sebagaimana yang dituduhkan kepadanya.
“Tidak benar itu. Saya tidak pernah menyetop mobil MBG,” tegas Nur Nata.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Nur Nata kemudian bersama rekannya sesama wartawan, Tarudin dari media Kreator Jabar, kembali mendatangi dapur SPPG Yayasan Al Alif untuk meminta penjelasan. Pertemuan itu dihadiri Kepala Dapur SPPG Ari, perwakilan Yayasan Al Alif, Babinsa Warsono, serta Eka Putri.
Dalam pertemuan tersebut, Ari selaku Kepala SPPG disebut mengaku tidak mengetahui adanya dugaan penyetopan kendaraan MBG oleh Nur Nata.
“Saya tidak mengetahui soal penyetopan mobil MBG seperti yang dituduhkan itu,” kata Ari.
Nur Nata menegaskan persoalan tersebut belum selesai dan akan terus ditelusuri hingga ditemukan kejelasan mengenai sumber informasi yang menyebut dirinya melakukan penyetopan kendaraan MBG. Ia juga menyinggung adanya pihak yang disebut telah melaporkan persoalan itu ke Danramil Sindang. (Red)