INDRAMAYU, Intijaya.com

Sekalipun letaknya berada di pelosok nan jauh dari keriuhan, Desa Purwajaya Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu Jawa Barat patut diapresiasi. Desa Purwajaya letak geografisnya berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Cirebon. Untuk wilayah barat berbatasan dengan Desa Jagapura Wetan sebuah desa yang masuk Kabupaten Cirebon.

Demikian juga disebelah selatan hanya beberapa meter saja dari Desa Sibubut yang masuk salah satu desa di Kabupaten Cirebon. Begitu pula disebelah timur berbatasan dengan Desa Kapetakan yang juga masuk wilayah Kabupaten Cirebon.

Namun siapa sangka Desa Purwajaya yang mayoritas warganya bermata pencarian petani dan buruh tani ini ternyata desa yang semula dengan predikat atau kategori desa berkembang, kini menjadi desa membangun.

Seiring berjalannya waktu desa yang dimekar pada tahun 1980-an oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu sebagai desa katagori membangun. Dan pastinya, hampir semua wilayah di desa ini jalannya sudah mulus, bahkan beberapa titik diantaranya jalan desanya sudah dicor beton.

Menurut pejabat Kuwu Desa Purwajaya Suparta Sip didampingi Sekretaris Desa Purwajaya, Roni Wijaya saat ditemui diruang kantor Pj Kuwu l, Selasa 16 April 2024 mengatakan, semula desa ini kategori desa berkembang, namun alhamdulilah sekarang menjadi desa dengan predikat desa membangun. Untuk meraih predikat atau katagori tersebut dibuktikan dengan kinerja yang baik dan profesional.

Lanjut pria yang karib disapa Roni ini memaparkan, “Kita flashback kebelakang, jauh sebelum Kuwu H. Dulata hingga sekarang dijabat oleh Pj Suparta,S.ip tentunya ada misi tersendiri hingga berani memisahkan diri dari desa induk yakni ingin mendapatkan kesetaraan baik dibidang pelayanan kepada masyarakat maupun dari segi perekonomian, walaupun tidak saya tutupi ganti pimpinan sudah barang tentu ganti kebijakan. Namun lumrah, sekarang benar terbukti karena kita dan seluruh perangkat Desa Purwajaya memberikan kemudahan lewat pelayanan prima.”

Lebih jauh Roni menuturkan, program terkini ada program PTSL yang memberi kemudahan dengan biaya yang tidak memberatkan para pemohon untuk membuat sertifikat.

“Estimasinya jika kita Pemdes Purwajaya mengadopsi cara cara yang dilakukan oleh desa desa lain yang ada di wilayah Kecamatan Krangkeng. Jika dibandingkan dengan desa lain, kitalah yang paling kecil nominal pungutannya, begitu pula dengan bantuan yang lainnya kita usahakan dan pastikan jika bantuan tersebut diberikan kepada keluarga manfaat ( KPM ) istilahnya tepat sasaran. Dan yang perlu dicatat semua penerima bantuan itu yang mendata adalah perangkat desa, kalau saya justru tidak tahu orang perorangan. Namun demikian saya menghimbau kepada seluruh bekel (Kadus red) agar selektif dalam pendataan, karena pada intinya saya dan pak pejabat beserta seluruh perangkat desa ingin memberikan yang terbaik untuk seluruh warga masyarakat Desa Purwajaya,” paparnya.

“Alhamdulillah seiring berjalannya waktu hampir semua jalan di Desa Purwajaya sudah mulus dan dicor. Begitupun pendapatan mayoritas dari petani sawah, alhamdulillah padi dan pangan dari Purwajaya bisa diandalkan untuk kontribusi ke Pemkab Indramayu dan Warga Jawa Barat untuk mempertahan cap daerah lumbung padi,” tegas Roni. (Akhmad Khotib Mf)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *