INDRAMAYU, Intijaya.com-
Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani ) Sari 3 Desa Wanasari Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu telah membangun irigasi perpompanisasian, yang bertempat di Blok Raso Desa Wanasari Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu-Jawa Barat.
Pembangunan tersebut berupa rumah pompa dan saluran air, serta bak penampungan air yang anggaranya mencapai ratusan juta rupiah yang sumber dananya dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia tahun anggaran 2024.
Menurut H. Taryono, Ketua Gapoktan Sari Tani 3 ketika di temui awak media usai menghadiri rapat di UPTD Pertanian Kecamatan Bangodua mengatakan, Gapoktan Tani Sari 3 Desa Wanasari mempunyai 7 kelompok tani, masing- masing kelompok tani sari 1 yang diketuai H Husen, tani sari 2 yang diketuai Carpan, tani sari 3 yang dipimpin H .Taryono, tani sari 4 ketuanya Carim, dan tani sari 5 ketuanya Waja serta tani sari 6 ketua Karsam dan terakhir tani sari 7 ketuanya H.Ramidi.
Atas dasar musyawarah dari semua kelompok tani sangat setuju membangun Irpom di Blok Raso Desa Wanasari. Pertimbangannya, disamping pengambilan air yang mudah dari Kali Raso dan hamparan sawahnya strategis mudah untuk dialiri air.
Menurut H.Taryono, terkait pembangunan Irpom bangunan irigasi perpompaan yang dikerjakan antara lain seperti bangunan rumah pompa dengan ukuran 2×2 meter serta ketinggian 3 M, di tambah pondasi dan saluran air menuju bak penampungan sepanjang 10 M, serta pembangunan penampungan air ukuran 2×3 dengan ketinggian 130 cm. Seluruh bangunan dengan cor beton bahkan agar kuat menggunakan cincin besi 8.

Menurutnya, pembangunan tersebut dananya bersumber dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia tahun anggaran 2024 sebesar Rp 112.866.660,64. “Rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Kabupaten Indramayu yang telah memperhatikan serta memberikan bantuan ke Gapoktan tani sari 3 Desa Wanasari Kecamatan Bangodua- Indramayu,”katanya.
Dijelaskan H. Taryono, ada kendala saat pembangunan karena letak Irpom jauh dari jalan besar dan terpaksa naiknya ongkos untuk overlayen.
Untuk ongkos angkut material per truk ke lokasi tambah kos Rp 600 ribu per rit. Namun atas kekompakan serta kegotong royongan antar kelompok demi terciptanya pembangunan yang awet dan bagus untuk mendongkrak hasil pertanian. Dengan adanya irpom minimalnya 35 Hektar tanah sawah bisa terairi.
“Jujur, dengan adanya Irpom, perairan dari saluran tehnis bisa lancar. Apabila tersendat dan kekurangan air, Irpom turut mendongkrak air, hingga ketersediaan air tercukupi, dan tentunya para petani sukses bisa panen padi dengan hasil melimpah,”tambah H. Taryono. (Pendi)





