INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Jalanan Desa Rancamulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, tampak lebih semarak dari biasanya, Sabtu (24/10/2026). Warga berjejer di sepanjang jalan, menyaksikan iring-iringan peserta karnaval yang membawa beragam kreasi. Suara musik, sorak penonton, dan semangat masyarakat menyatu dalam perayaan Sedekah Bumi yang melibatkan warga dari 10 RT.
Bagi masyarakat setempat, kegiatan tersebut bukan hanya kesempatan untuk menikmati hiburan bersama. Sedekah Bumi menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas rezeki, keselamatan, kesehatan, serta hasil pertanian yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga.
Perayaan tahun ini berlangsung meriah dengan beragam penampilan yang mencerminkan kreativitas masyarakat. Ogoh-ogoh berukuran besar menjadi salah satu daya tarik perhatian, berdampingan dengan aneka kreasi pawai dan iringan musik dorong yang mengiringi rombongan peserta melintasi jalan desa.

Di balik keramaian itu, tersaji gambaran kehidupan masyarakat pedesaan yang masih menjunjung tinggi kebersamaan. Warga tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga mengambil bagian dalam menyukseskan perayaan yang menjadi ruang pertemuan antarkeluarga, tetangga, dan berbagai kelompok masyarakat.
Bagi Kuwu Rancamulya, Waryanto, yang dikenal dengan sapaan Mama Kuwu Tambal, kekuatan tradisi ini terletak pada pesan yang diwariskannya. Ia memandang Sedekah Bumi sebagai pengingat bahwa setiap nikmat yang diterima patut disyukuri, sementara keharmonisan masyarakat perlu terus dirawat.
Waryanto menyampaikan bahwa rasa syukur kepada Allah SWT harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kerukunan dan kekompakan warga. Ia berharap masyarakat tetap bersatu, saling mendukung, dan mempertahankan semangat gotong royong demi kemajuan Desa Rancamulya.
Dalam penuturannya, ia menekankan bahwa hasil panen yang baik, kehidupan yang tenteram, serta masyarakat yang sehat dan rukun merupakan anugerah yang layak disyukuri bersama.
“Melalui Sedekah Bumi, kita diingatkan untuk selalu berterima kasih kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas rezeki yang diberikan, termasuk hasil panen yang melimpah. Kita juga patut bersyukur karena masyarakat bisa hidup aman, sehat, rukun, dan tetap kompak,” tutur Waryanto.
Nilai kebersamaan tersebut turut menjadi perhatian aparat keamanan. Di tengah banyaknya warga yang menyaksikan karnaval, jajaran Polsek Gabuswetan melakukan pengamanan untuk membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Pengawalan dilakukan agar rombongan peserta dapat melintas dengan tertib dan aktivitas masyarakat di sekitar jalur karnaval tetap terkendali. Kehadiran petugas menjadi bagian dari upaya bersama agar warga dapat menikmati perayaan tanpa mengabaikan keselamatan.
Kapolsek Gabuswetan, AKP Karnadi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk turut bertanggung jawab menjaga suasana tetap aman, mulai dari awal acara hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Menurut Karnadi, keberhasilan sebuah perayaan tidak hanya dilihat dari kemeriahannya, tetapi juga dari kemampuan semua pihak menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini. Mari kita sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, saling membantu dalam pengamanan, sehingga seluruh rangkaian acara dari awal hingga selesai dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan,” ujar Karnadi.
Sementara itu, makna Sedekah Bumi tidak berhenti pada pelestarian adat dan hiburan rakyat. Perayaan tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Sutini, istri Kuwu Waryanto, menyelenggarakan pemberian santunan bagi anak-anak yatim piatu dan warga yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial di tengah perayaan, sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak melupakan mereka yang membutuhkan dukungan dan perhatian.
Di tengah suasana yang dipenuhi kegembiraan, pemberian santunan menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: rasa syukur akan lebih berarti ketika disertai kemauan untuk berbagi. Kebahagiaan tidak semata-mata dirasakan melalui hiburan dan keramaian, tetapi juga melalui perhatian yang diberikan kepada sesama.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Masyarakat memanjatkan harapan agar Desa Rancamulya senantiasa berada dalam keadaan aman dan tenteram, seluruh warganya diberikan kesehatan serta kelancaran rezeki, dan kehidupan masyarakat semakin sejahtera.
Perayaan Sedekah Bumi di Rancamulya akhirnya menjadi gambaran bahwa sebuah tradisi dapat menyimpan banyak makna sekaligus. Ada rasa syukur atas hasil bumi, ada kebanggaan terhadap budaya lokal, ada kerja bersama yang mempererat hubungan antarwarga, dan ada kepedulian yang diwujudkan melalui santunan sosial.
Di tengah perubahan zaman, semangat seperti inilah yang membuat tradisi tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Bukan hanya karena kemeriahan yang hadir setiap tahun, melainkan karena nilai persaudaraan, gotong royong, dan berbagi terus hidup dalam keseharian warga Desa Rancamulya. ( Ade Nur )





