INDRAMAYU, Intijayakoran.com – Gerakan yang tampak diam dan sunyi di balik tenda ternyata menyimpan gejolak keras. Puluhan aktivis yang tergabung dalam Pusat Advokasi dan Pekerja Seni Indramayu (PAKSI) Idaman menggelar aksi protes dengan mendirikan tenda di kawasan Pendopo Indramayu. Salah satu tuntutan utama mereka adalah pencopotan Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman Al-Farisi, dari jabatannya.
“Saya sadar sudah menelantarkan anak dan istri di rumah. Tapi demi Indramayu maju dan sejahtera, saya rela berdiam di sini,” ujar Didin, anggota PAKSI Idaman asal Lohbener, kepada Intijayakoran.com, Selasa (10/3/2026) malam usai berbuka puasa.
Didin mengaku rela meninggalkan kebiasaan berkumpul bersama keluarga demi masa depan Kabupaten Indramayu yang lebih baik. “Pemerintah sekarang yang dinakhodai Bupati Lucky Hakim sedang tidak baik-baik saja. Semoga dengan gerakan diam di tenda depan pendopo ini, ada kabar baik untuk kesejahteraan warga Indramayu,” harapnya penuh semangat.
Koordinator Lapangan aksi, Masdi, menjelaskan bahwa pendirian tenda di Alun-Alun Indramayu, tepatnya di halaman depan Kantor Pendopo, merupakan bentuk perlawanan atas kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak pro rakyat. Aksi ini rencananya berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dari 10 hingga 13 Maret 2026.
“Kami sudah bulat. Aksi ini digelar tiga hari siang dan malam. Kami melawan panasnya terik matahari dan dinginnya angin malam dengan satu tujuan: copot Stafsus Salman sebagai biang kerok kegaduhan dan amburadulnya tata kelola pemerintahan sekarang,” tegas Masdi.
Sejumlah banner bernada kritis menghiasi lokasi aksi. PAKSI Idaman mendesak agar Salman yang berasal dari Madura segera dikembalikan ke daerah asalnya. “Salman ini stafsus rasa bupati, pembantu rasa majikan. Sumber kegaduhan ini harus segera diusir dari Bumi Wiralodra. Tuntutan kami sederhana, copot Salman,” tegasnya.
Masdi juga mengajak masyarakat Indramayu untuk bergabung menyuarakan kebobrokan kepemimpinan Bupati Lucky Hakim yang dinilainya gagal. “Alhamdulillah, hari pertama gerakan ini banyak mendapat dukungan dari aktivis yang datang, di antaranya Direktur PKSPD Oushj Dialambaqa, aktivis Agus Tiang Dermajeng, dan aktivis pers yang juga Wadan Koti PP, Asmawi Day. Terima kasih atas dukungannya,” tandas Masdi.
PAKSI Idaman berkomitmen akan bertahan di lokasi aksi hingga tuntutan mereka dikabulkan. “Kami tidak akan beranjak sejengkal pun. Termasuk jika terjadi hal terburuk seperti penertiban atau pengusiran dari Satpol PP, kami akan lawan dan tetap di sini,” kata Masdi.
Dalam agenda aksi, selain 15 aktivis PAKSI Idaman, unjuk rasa juga akan dihadiri dalang wayang kulit yang ikut berdemo pada hari ketiga untuk melakukan ritual ruwatan. Kehadiran dalang tersebut akan memimpin prosesi ruwatan guna membuang kesialan dari pemerintahan sekarang.
“Dengan ritual ruwatan, semoga ke depan Indramayu menjadi lebih baik, subur, makmur, dan sejahtera, serta pemimpinnya akur dan daerahnya terus kondusif,” pungkasnya. (Cho)





