GARUT, Intijayakoran.com.

Dana hibah yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Jawa barat diberbagai kota dan kabupaten pada tahun anggaran 2024 jumlahnya sangat fantastis. Jika ditotal mencapai ratusan miliar yang dihibahkan untuk berbagai lembaga keagamaan dan pendidikan. Salah satunya di Kabupaten Garut Jawa Barat sebagai penerima hibah pada tahun 2024 angkanya mencapai Rp 375 milyar untuk bantuan hibah sekitar 530 kelompok yang mayoritas bergerak di lembaga pendidikan dan keagamaan.

Namun dalam perjalanannya, dana yang diterima para penerima manfaat menjadi dilema, dimana dana tersebut diduga jadi bancakan dipungli para mafia yang mengaku sebagai pengusung yang jumlah pungli nya mencapai 20`% hingga 50% dari dana yang mereka terima. “Pungli ini membuat kebingungan para penerima hibah untuk membuat laporan penggunaannya. Hal ini sudah barang tentu menjadi sebuah tindakan yang mengarah ke tindakan korupsi berjamaah dan bisa diajukan ke Tipikor ,”ungkap Ronggur SH, selaku Ketua Umum P3KN (Pemantau Pembangunan dan Pengelolaan Keuangan Negara) Jawa Barat ketika di wawancarai oleh awak media, Sabtu (9/11).

Ronggur menegaskan, banyaknya mafia dalam bantuan dana Hibah akan segera dibawa ke jalur hukum agar di periksa pihak aparat penegak hukum.

“Kami sudah mengantongi beberapa nama oknum dan beberapa lembaga atau yayasan penerima yang kami duga bermasalah. Hal ini tidak boleh dibiarkan sebab sudah menyangkut kerugian negara.dan ini rawan ,korupsi,” ungkap Ronggur.

Dari temuannya, salah satu yayasan di wilayah Kecamatan Limbangan terlihat ada bangunan sarana olahraga yang dibangun mempergunakan dana hibah, dan jumlahnya mencapai miliaran namun melihat dari kualitas bangunan sungguh sangat tidak berbanding lurus dengan anggaran yang tersedia. Begitu juga salah satu lembaga keagamaan di Kecamatan Cisurupan ditemukan lembaga penerima diduga tidak menggunakan anggaran yang di terima sesuai dengan peruntukan pengajuan profosalnya. Sehingga hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada kemungkinan kejadian seperti itu terjadi di beberapa wilayah terutama di wilayah selatan.

Salah satu Kecamatan Tarogong Kidul terdapat ada beberapa bangunan yang anggaran nya berasal dari dana hibah, namun sungguh ironis di duga yayasan penerima hibah hanya jadi kedok dan jadi tempat mendaratnya uang bantuan tersebut, selanjutnya uang diambil oknum yang di duga pengusung untuk mengerjakan beberapa bangunan di yayasan tersebut. “Sehingga yayasan penerima yang semestinya selaku pengguna anggaran hanya menjadi penonton dari anggaran hibah yang diterimanya, karena uang dana hibah tersebut semua dikelola oleh oknum pengusung. Kami menemukan masih banyak lagi yayasan – yayasan yang mengaku mengalami hal yang sama, seperti di wilayah Kecamatan bayombong, Kecamatan Wanaraja dan masih banyak lagi. Modunya sama hanya jadi nama penerima kedok,”beber Ronggur sambil menambahkan tidak main-main untuk melaporkan dugaan korupsi dana hibah yang melibatkan banyak pihak termasuk kaum intelektual dan tokoh pendidikan serta keagamaan terkemuka di Jawa Barat

Hingga berita ini ditayangkan, tim awak media ini masih melakukan kunjungan dan investigasi di beberapa wilayah di Kabupaten Garut khususnya daerah selatan yang diduga jadi mafia menyelewengkan dana hibah secara masif, terstruktur dan berjamaah menyalagunakan bantuan dana hibah. ( Tim)

www.domainesia.com
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *